Proyek Pemeliharaan Jalan di Bojong Diduga Tak Sesuai Spek, Publik Soroti Pengawasan

Rabu, 20 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PURWAKARTA, detikkota.com – Proyek pemeliharaan bangunan pengaman jalan Paket 9 di Desa Cihanjawar, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, menuai sorotan. Proyek senilai Rp198,8 juta dari APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2025 itu dikerjakan CV Abdi Mushawwiru berdasarkan kontrak nomor 32/SPK/PL-APBD.PEME/PPK.V11/2025 dan SPMK nomor 32/SPMK/PL-APBD.PEMEL/PPK.DPUTPR/V11/2025.

Sejumlah kejanggalan ditemukan di lapangan. Pasir yang digunakan diduga bercampur tanah lempung sehingga kualitas adukan semen dinilai rendah. Hasil campuran terlihat mudah hancur ketika diremas. Selain itu, pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm, sarung tangan, atau sepatu boots, padahal hal itu merupakan standar keselamatan kerja.

Investigasi pada Selasa (19/8/2025) juga menemukan pondasi bangunan hanya digali beberapa sentimeter. Batu pondasi terlihat sekadar ditempel, sementara campuran semen diduga dikurangi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang warga berinisial W menyebut kualitas pekerjaan jauh dari harapan. “Campuran semennya seperti dikurangi, adukannya pun mudah pudar saat diremas,” ujarnya.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai lemahnya pengawasan proyek. Masyarakat menduga adanya pengurangan spesifikasi hingga praktik monopoli yang berpotensi merugikan keuangan negara dan menurunkan kepercayaan terhadap tata kelola pembangunan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana maupun dinas terkait belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan penyimpangan proyek tersebut.

Berita Terkait

Warga Raas Lepas Camat Subiyakto dengan Haru, Apresiasi Pengabdian Selama Menjabat
Baznas Sumenep Jangkau Pulau Terluar, Salurkan Bantuan RTLH untuk Dua Warga Pagerungan Kecil
Petani Kepulauan Butuh Pupuk, DPRD Sumenep Dorong Percepatan Penyaluran
Aliansi Hukum Indonesia Gelar Aksi Simbolis, Desak Dugaan TPPU yang Menyeret Oknum Kejaksaan Diusut Transparan
Pembagian Lapak Pasar Ganding Disorot, Sulaisi: Jangan Jadikan Pasar Milik Rakyat sebagai Ruang Ketidakadilan
Diduga ODGJ Tidur di Trotoar Kota Sumenep, SERDADU Desak Pemkab Jangan Tutup Mata
Diduga Pengambilan Batu dari Kawasan Mata Air, Proyek P3-TGAI Desa Margaluyu Tuai Sorotan
Karya Bakti TNI AD Skala Besar Siap Digelar di Madura, Libatkan Ribuan Prajurit dan Perwira Tinggi

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:04 WIB

Warga Raas Lepas Camat Subiyakto dengan Haru, Apresiasi Pengabdian Selama Menjabat

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:06 WIB

Baznas Sumenep Jangkau Pulau Terluar, Salurkan Bantuan RTLH untuk Dua Warga Pagerungan Kecil

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:53 WIB

Petani Kepulauan Butuh Pupuk, DPRD Sumenep Dorong Percepatan Penyaluran

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:11 WIB

Aliansi Hukum Indonesia Gelar Aksi Simbolis, Desak Dugaan TPPU yang Menyeret Oknum Kejaksaan Diusut Transparan

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:07 WIB

Pembagian Lapak Pasar Ganding Disorot, Sulaisi: Jangan Jadikan Pasar Milik Rakyat sebagai Ruang Ketidakadilan

Berita Terbaru