PT Sadhana Arifnusa Diduga Tarik Fee Hingga Lakukan Pemalsuan Dokumen Petani Mitra

Kamis, 7 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, detikkota.com – PT Sadhana Arifnusa Pamekasan, Jawa Timur diduga melakukan penyelewengan terhadap program kemitraan petani tembakau di wilayah setempat.

Dugaan penyelewengan tersebut disampaikan Ketua Pusat Kajian dan Pengaduan Publik (PKPP) Bara Fawaid saat dikonfirmasi, Kamis (7/10/2021).

Berikut deretan dugaan penyelewengan yang dilakukan PT Sadhana Arifnusa Pamekasan versi PKPP:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertama, ada kejanggalan terkait pembelian tembakau. PT Sadhana Arifnusa diduga melakukan pembelian tembakau dari luar kemitraan. Akibatnya, banyak tembakau petani mitra yang di out atau tidak dibeli.

Bara menjelaskan, seharusnya PT Sadhana Arifnusa mengedepankan pembelian dari petani tembakau mitra. Pasalnya, prinsip kemitraan itu setidaknya sama-sama menguntungkan dan tidak dirugikan antara kedua belah pihak.

Selanjutnya, PT Sadhana Arifnusa diduga memalsukan daftar nama dokumen pembelian tembakau. Dari daftar itu, dicantumkan nama-nama petani mitra. Sementara transaksi pembelian dilakukan kepada penyuplai tembakau yang tidak tercantum di kemitraan.

“Dugaan daftar petani tembakau fiktif atau dipalsukan dokumennya di wilayah Palengaan saja sekitar 40 hektar, itu tidak termasuk di daerah lain,” urainya

Bara menyebutkan, pembelian dari penyuplai tembakau bukan mitra itu bisa lolos karena dari pihak PT Sadhana Arifnusa diduga meminta fee atau upeti perkilo disetiap transaksi.

“Dugaan kami kuat. Kenapa mereka bisa lolos, karena ada hubungan romantis dari pihak penjual dengan pihak PT Sadhana Arifnusa,” sebutnya

Terakhir, terkait retribusi pupuk ZK yang menjadi hak para petani mitra. Kata Bara, pihak PT Sadhana Arifnusa diduga sengaja menjual kepada sejumlah pihak tanpa sepengetahuan para petani mitra.

“Ini sudah jelas bahwa pemalsuan dokumen itu melanggar aturan,” katanya

Sementara Pimpinan Kemitraan PT Sadhana Arifnusa Tamrin Zaini belum bisa menjelaskan secara rinci terkait dugaan penyelewengan yang terjadi di tubuh PT Sadhana Arifnusa tersebut.

Saat sejumlah media mencoba konfirmasi dan masuk ke kantornya untuk menanyakan lebih jauh soal dugaan penyimpanan namun Tamrin seolah menghindar. Tak hanya itu, petugas satpam juga sempat menghalang-halangi media yang ingin mewawancarai dan mencoba masuk.

“Maaf mas, pimpinan tidak memperbolehkan masuk,” singkat petugas satpam

Dalam hal ini, PPKP akan bertindak tegas. Selanjutnya, pihaknya akan mendiskusikan dugaan penyelewengan itu kepada pemangku kebijakan yakni DPRD setempat untuk mencoret kemitraan dengan PT Sadhana Arifnusa.

Tak hanya itu, tindakan dugaan pungli serta pencantuman pemalsuan daftar nama petani di dokumen pembelian PT Sadhana Arifnusa akan dilaporkan ke pihak kepolisian. (Fauzi)

Berita Terkait

Gowes Bangkalan–Jombang Semarakkan Harlah ke-92 GP Ansor
Bangkalan Jadi Titik Awal Napak Tilas Harlah ke-92 GP Ansor
BMKG Prediksi Hujan Lebat Guyur Sumatera Utara dan Maluku Hari Ini
Prabowo Panggil Kapolri di Hambalang, Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis
Polsek Purwakarta Kota Terbitkan SP2HP Dugaan Penghinaan dan Pencemaran Nama Baik
Aktivis Soroti Kasus Kades Pragaan Daya, Penegakan Hukum Diminta Tak Tebang Pilih
BRI Sumenep Tegaskan Komitmen GCG, Siap Ikuti Putusan Pengadilan Terkait Aksi PMII
Aksi PMII UNIJA di BRI Sumenep Diwarnai Pembakaran Ban, Massa Desak Pimpinan Cabang Turun Tangan

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 11:13 WIB

Gowes Bangkalan–Jombang Semarakkan Harlah ke-92 GP Ansor

Minggu, 26 April 2026 - 11:12 WIB

Bangkalan Jadi Titik Awal Napak Tilas Harlah ke-92 GP Ansor

Sabtu, 25 April 2026 - 17:05 WIB

BMKG Prediksi Hujan Lebat Guyur Sumatera Utara dan Maluku Hari Ini

Sabtu, 25 April 2026 - 12:31 WIB

Prabowo Panggil Kapolri di Hambalang, Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis

Jumat, 24 April 2026 - 15:06 WIB

Aktivis Soroti Kasus Kades Pragaan Daya, Penegakan Hukum Diminta Tak Tebang Pilih

Berita Terbaru