Tak Terima Ditegur Warga, Diduga Oknum Polisi Lepaskan Tembakan

Rabu, 18 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Video tangkapan diduga oknum polisi lepaskan tembakan ke udara saat cekcok dengan warga

Video tangkapan diduga oknum polisi lepaskan tembakan ke udara saat cekcok dengan warga

SIDOARJO, detikkota.com – Seorang pria diduga oknum polisi terekam CCTV mengeluarkan benda diduga pistol dan menembakkannya ke udara dua kali. Peristiwa itu disebut terjadi di Dusun Tambak Bulak, Tambak Rejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Dalam video berdurasi 1 menit 5 detik yang beredar, terlihat beberapa orang adu mulut di depan sebuah rumah. Sejumlah orang tampak mengerubuti seorang pria, hingga pria itu mengeluarkan benda diduga pistol dan ditembakkan dua kali ke udara.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, pria diduga oknum polisi itu disebut-sebut berdinas di salah satu polsek jajaran Polrestabes Surabaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya bilang: wuuiikk cek buantere rek. Tiba-tiba mobil mengerem dan orangnya turun. Orangnya ngamuk-ngamuk dan mengeluarkan pistol,” kata salah satu warga berinisial WN (60), Selasa (17/5/2022).

Cek cek mulut antara warga dan pria diduga oknum polisi itu terjadi. Pria itu lantas kembali ke mobil. Saat hendak berangkat, mobil pria itu terhalang oleh mobil warga yang hendak dimasukkan ke garasi. Lantaran tak terima mobilnya terhalang, pria itu mengamuk lagi dan melepaskan tembakan ke udara dua kali.

“Semua warga sini sangat menyayangkan tindakan itu,” ungkap WN.

Sementara Kasi Humas Polresta Sidoarjo, Iptu Tri Novi Handono membenarkan kejadian tersebut. Novi menyebut, pira itu bukan anggota Polresta Sidoarjo.

“Info dari Kapolsek Waru, bahwa kejadian tersebut terjadi di wilayah Waru. Dugaan anggota Polri mengantar istrinya mau melahirkan lewat di salah satu jalan kampung, ngebut ditegur sama salah satu warga. Tidak terima mengumpat dengan kata-kata kasar. Kemudian tersingung, warga kampung sama-sama emosi,” terang Novi. [Redho]

Berita Terkait

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani
Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:32 WIB

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:13 WIB

Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Berita Terbaru