PROBOLINGGO, detikkota.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Probolinggo menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian nota penjelasan Wali Kota terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Probolinggo Tahun Anggaran 2025, Rabu (11/3/2026).
Rapat yang berlangsung di ruang sidang utama Gedung DPRD Kota Probolinggo itu dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin yang didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo. Hadir pula unsur Forkopimda, para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, camat dan lurah se-Kota Probolinggo serta 30 anggota DPRD.
Sidang paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Probolinggo Dwi Laksmi Syintha Kusumawardhani didampingi Wakil Ketua II DPRD Santi Wilujeng.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Syintha menjelaskan bahwa DPRD telah menerima surat dari Wali Kota Probolinggo terkait penyampaian dokumen LKPJ Tahun 2025 beserta nota penjelasannya.
“Berdasarkan surat Wali Kota Probolinggo tentang penyampaian dokumen LKPJ Tahun 2025 dan nota penjelasannya, pimpinan DPRD telah membahasnya dalam rapat Badan Musyawarah,” ujarnya.
Ia menambahkan, materi LKPJ tersebut selanjutnya akan dibahas oleh komisi-komisi DPRD serta Panitia Khusus (Pansus) untuk ditelaah lebih lanjut.
Sementara itu, dalam penyampaian nota penjelasannya, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin memaparkan sejumlah hal terkait penyelenggaraan pemerintahan daerah sepanjang Tahun Anggaran 2025, termasuk kondisi demografi dan pengelolaan keuangan daerah.
Aminuddin berharap DPRD dapat memberikan masukan yang konstruktif guna meningkatkan kinerja Pemerintah Kota Probolinggo di masa mendatang.
“Semua laporan yang telah kami sampaikan akan dipelajari oleh DPRD. Kami berharap ada masukan positif yang dapat meningkatkan kinerja Pemerintah Kota Probolinggo pada tahun 2026,” katanya.
Ia juga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi pemerintah daerah, salah satunya tingkat pengangguran terbuka yang belum sepenuhnya dapat diatasi.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Probolinggo berupaya membuka berbagai program pelatihan keterampilan bagi masyarakat serta mendorong terciptanya peluang kerja baru. Selain itu, pemerintah kota juga menyiapkan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk program bantuan beasiswa kuliah bagi masyarakat kurang mampu.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membantu menekan angka pengangguran di Kota Probolinggo.
Penulis : vv
Editor : Id







