Segini Tuntutan JPU Kejari Sumenep Pada 3 Tersangka Penyelundupan 18 Ton Pupuk Bersubsidi ke Luar Madura

Kamis, 10 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidang kasus penyelundupan 18 ton pupuk bersubsidi di Pengadilan Negeri (PN) Sumenep beberapa waktu lalu.

Sidang kasus penyelundupan 18 ton pupuk bersubsidi di Pengadilan Negeri (PN) Sumenep beberapa waktu lalu.

SUMENEP, detikkota.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Jawa Timur menuntut terdakwa kasus dugaan penyelundupan 18 ton pupuk persubsidi ke luar Madura pada 3 tersangka.

Dalam kasus tersebut, 3 tersangka terdiri dari 2 orang sopir truk, atas nama Rifa’i dan Imam Handoko, serta 1 orang pemilik atau pengumpul pupuk atas nama Mohammad Wardiyanto.

JPU menuntuk kedua sopir truk masing-masing 1 tahun penjara dan pemilik 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 100 ribubsubsider 1 bulan kurungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sumenep, Hanis Aristya Hermawan mengatakan, tuntutan JPU sudah maksimal.

“Kedua sopir sama-sama dituntut satu tahun, sedangkan pemilik pupuk dituntut satu tahun enam bulan. Dendanya sama, Rp 100 ribu subsider satu bulan hukuman,” jelas Hanis Rabu (9/8/2023).

Menurutnya, kasus penyelundupan pupuk bersubsidi sebanyak 18 ton itu dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep pada 13 April 2023, dan mulai disidangkan pada awal Mei 2023 dengan menghadirkan sejumlah saksi saksi serta pembuktian di persidangan.

“Mereka dijerat dengan Pasal 6 ayat (1) huruf b Undang-undang Darurat nomor 7 tahun 1955 tentang Pengusutan, Penuntutan dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi. p
Para tersangka tidak dilakukan penahanan karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun,” tuturnya.

Sedangkan, barang bukti (BB) yang sita, di antarnya 1 unit kendaraan truck pick up Mitsubisi Nopol AG-9869-UD, Noka MHMFE74P4FK080914, Nosin 4D34TI44747, beserta muatannya berupa 40 karung pupuk subsidi merk NPK Phonska dan 140 karung pupuk subsidi merk Urea.

BB lain, 1 buah STNK truck Mitsubisi, Nopol AG 9869 UD, Noka MHMFE74P4FK080914, Nosin 4D34TI44747 An. Moch. Khodim alamat Desa Gedangsewu Pare, Kediri.

“Barang bukti pupuknya kita jadikan sebagai rampasan negara, dan nanti akan segera dilelang setelah ada putusan tetap atau inkrach dari Pengadilan Negeri (PN) Sumenep. Sedangkan truknya karena milik orang lain, nanti akan kita kembalikan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Sempat Masuk DPO, Tersangka Penipuan Rp200 Juta Ditangkap Polresta Sumenep
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
Percakapan di Aplikasi Komunikasi Bongkar Dugaan Persetubuhan Anak di Sumenep, Pria 22 Tahun Ditahan Polisi
Polsek Masalembu Ungkap Peredaran Sabu, Hampir 50 Gram Diamankan
Projo Purwakarta: Tiga Tahun Cukup untuk Persiapkan Diri Jadi Partai Politik
Jual Beli Pil Y Terbongkar di Gapura, Polresta Sumenep Amankan 311 Butir
Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih
FWJI Kabupaten Bekasi Tempuh Jalur Hukum, RSP alias Ros Dilaporkan Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:29 WIB

Sempat Masuk DPO, Tersangka Penipuan Rp200 Juta Ditangkap Polresta Sumenep

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Kamis, 10 September 2026 - 16:39 WIB

Percakapan di Aplikasi Komunikasi Bongkar Dugaan Persetubuhan Anak di Sumenep, Pria 22 Tahun Ditahan Polisi

Senin, 7 September 2026 - 14:22 WIB

Polsek Masalembu Ungkap Peredaran Sabu, Hampir 50 Gram Diamankan

Selasa, 1 September 2026 - 04:31 WIB

Projo Purwakarta: Tiga Tahun Cukup untuk Persiapkan Diri Jadi Partai Politik

Berita Terbaru