Said Abdullah

Senin, 25 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Dahlan Iskan
Senin 25-03-2024

detikkota.com – KITA akan punya ketua DPR dari Madura. Orang Madura. Dari Sumenep. Namanya Anda sudah tahu: Said Abdullah.

Said-lah yang dalam Pemilu 2024 barusan memperoleh suara terbanyak di Indonesia. Bukan lagi Puan Maharani. Bukan pula Ibas putra Pak SBY. Yang pecahkan telur kali ini Said Abdullah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apalagi Said mewakili partai pemenang Pemilu: PDI-Perjuangan. Maka, seharusnya, peraih suara terbanyak dari partai pemenang Pemilu menjadi ketua DPR.

Said memperoleh suara di atas setengah juta. Tepatnya: 528.815 suara.

Sudah 5 kali Said nyaleg. Selalu terpilih. Ini berarti Said terpilih menjadi anggota DPR untuk kelima kalinya.

Kali pertama nyaleg di tahun 2004. Ketika umurnya baru 32 tahun. Lalu selalu terpilih di setiap Pemilu setelah itu.

Pun perolehan suaranya selalu meningkat. Juga selalu terbanyak di dapilnya: Madura –empat kabupaten.

Berarti Said Abdullah orang istimewa. PDI-Perjuangan beruntung dapat orang seperti Said: bisa dapat kursi di lautan NU yang seharusnya milik PKB. Dengan suara terbanyak pula se-Indonesia.

Said asli Sumenep. Keturunan Arab. Ayahnya pun kelahiran Sumenep: Abdullah Syechan Baghraf.

Baru sekali ini saya mendengar ada marga Baghraf di keturunan Arab di Indonesia.

Menurut penyair terkemuka asal Sumenep, Zawawi Imron, Said keturunan Arab biasa. Bukan habib. Bukan sayid.

Anda sudah tahu: sayid adalah keturunan Nabi Muhammad.

Habib juga mengklaim sebagai keturunan Nabi –yang kini lagi ramai dibantah oleh ulama seperti KH Dr Imaduddin Utsman Al-Bantani dari Banten.

Yang jelas ayah Said adalah NU. Said sendiri mengaku tumbuh di kultur NU. Namun ayahnya seorang nasionalis. Juga Sukarnois. Maka tak heran bila Said aktif di PDI-Perjuangan.

Sejak SMP Said sudah membaca buku Bendera Revolusi, Sarinah, dan Indonesia Menggugat. Semua karya Bung Karno –ayahanda Megawati Sukarnoputri, Ketua Umum PDI-Perjuangan sekarang ini.

Ayah Said bekerja di PN Garam di Sumenep. Sang ayah meninggal tahun 2012 dalam usia 106 tahun.

Ketika duduk di kelas 3 SMA, di Sumenep, Said sudah menjadi Ketua Pemuda Demokrat –under bow PDI saat itu.

Dalam perjalanan dari kota San-Ya ke Haikou di pulau Hainan kemarin saya menghubungi Said.

Dari pembicaraan itu saya baru tahu kisah perjuangan Said sejak muda.

Said sempat kuliah di satu lembaga pendidikan Islam –hanya karena dapat mukaffa di situ. Uang mukaffa-nya besar untuk ukuran tahun 1984 di kehidupan Sumenep: Rp 98.000/bulan. Dari situ Said bisa menyisihkan Rp 25.000 untuk diweselkan ke orang tua di Sumenep.

Di lembaga itu Said belajar bahasa Arab dan mendalami agama. Tapi Said tidak kerasan. Ia selalu berantem dengan dosen. Beda pendapat.

“Saya ini dibesarkan di kultur NU. Sedang semua dosen di situ mengajarkan wahabi,” ujar Said.

Anda pun tahu nama lembaga pendidikan tinggi itu: LPBA –Lembaga Pengajaran Bahasa Arab. Yang didanai Arab Saudi. Kini LPBA berubah nama menjadi LIPIA.

Hanya 5 semester Said kuliah di situ.

Said lantas aktif di partai. Jadi caleg. Said tahu bagaimana cara menang di Madura. Ia melakukan itu. Selalu melakukan itu. Selalu menang.

Terakhir ia memecahkan rekor nasional.

Ia pun kini bisa jadi ketua DPR. Kalau mau. Apalagi berbagai komisi di DPR sudah ia lewati. Terakhir sebagai ketua badan anggaran: Banggar.

Siapkah Said jadi ketua DPR yang baru?

“Itu bukan baju saya,” tegas Said.

Saya lama terdiam.

“Saya sudah tanda tangan dengan ikhlas tidak bersedia. Allahumma taqabbal doa. Aamiieenn,” katanya.

Saya tidak hanya terdiam, tapi juga berhenti menulis artikel ini.

Berita Terkait

Wapres Gibran Tinjau Pasar Banyuwangi, Apresiasi Konsep Modern Bernuansa Osing
Kasus Curanmor di Lenteng Terungkap, Polisi Amankan Pria Berinisial AM
PBNU Tetapkan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Nanik Sudaryati Deyang Resmi Pimpin BGN, Pemerintah Soroti Ketegasan dan Disiplin
Mahfud MD Nilai Penangkapan Eks Kepala BGN Tepat, Soroti Tata Kelola Program MBG
Aktivis dan Praktisi Hukum Datangi PN Sumenep, Pertanyakan Eksekusi Lahan Sengketa yang Belum Terlaksana
Disdukcapil Sumenep Matangkan Penerapan Pemblokiran Layanan Publik bagi Mantan Suami yang Abaikan Nafkah
Bulan Bung Karno, Bupati Sumenep Ajak ASN dan Karyawan BUMD Kenakan Peci Nasional Selama Juni

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:46 WIB

Kasus Curanmor di Lenteng Terungkap, Polisi Amankan Pria Berinisial AM

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:27 WIB

PBNU Tetapkan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU

Senin, 8 Juni 2026 - 11:37 WIB

Nanik Sudaryati Deyang Resmi Pimpin BGN, Pemerintah Soroti Ketegasan dan Disiplin

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:39 WIB

Mahfud MD Nilai Penangkapan Eks Kepala BGN Tepat, Soroti Tata Kelola Program MBG

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:09 WIB

Aktivis dan Praktisi Hukum Datangi PN Sumenep, Pertanyakan Eksekusi Lahan Sengketa yang Belum Terlaksana

Berita Terbaru