Damkar Pamekasan Usulkan Pos Pemadam Baru di Pantura untuk Percepat Penanganan Kebakaran

Sabtu, 26 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, detikkota.com – Guna mempercepat respon penanganan kebakaran di wilayah utara Kabupaten Pamekasan, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Pamekasan mengusulkan pembentukan pos pemadam kebakaran baru di kawasan Pantura.

Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian Kebakaran Damkar Pamekasan, Zainuddin, menyampaikan bahwa usulan tersebut telah diajukan sejak awal tahun kepada pimpinan dan diteruskan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

“Kami sudah mengusulkan penambahan pos damkar di daerah Pantura untuk mempercepat respon atas laporan masyarakat,” ujarnya saat siaran di Radio Karimata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, usulan tersebut mendapat tanggapan positif dari Pemkab. Namun, Zainuddin menegaskan bahwa pendirian pos baru harus disertai penambahan armada dan personel, mengingat keterbatasan unit yang ada saat ini.

“Kalau armadanya belum ditambah, lebih baik belum dibentuk pos baru. Kadang satu unit masih di lokasi, tapi muncul laporan kebakaran lainnya,” jelasnya.

Ia menyebutkan wilayah Pakong atau Waru sebagai lokasi strategis untuk pendirian pos baru, dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber air.

Saat ini, Damkar Pamekasan hanya memiliki dua unit mobil pemadam kebakaran, padahal idealnya setiap kabupaten/kota memiliki minimal empat unit. Satu unit operasional juga membutuhkan sedikitnya lima personel, belum termasuk sopir tangki penyuplai air.

Selama bulan Juli 2025, Damkar Pamekasan mencatat lima kasus kebakaran. Zainuddin mengimbau masyarakat agar lebih waspada di musim kemarau, terutama tidak membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan.

Laporan kebakaran dapat disampaikan melalui call center Damkar Pamekasan di nomor 081 973 383 113.

Berita Terkait

Bupati Purwakarta Tegur Keras Disperkim, Papan Kegiatan Proyek Dipasang di Pagar Jadi Sorotan
Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Bupati Purwakarta Tegur Keras Disperkim, Papan Kegiatan Proyek Dipasang di Pagar Jadi Sorotan

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Berita Terbaru