Pemkab Lumajang Pastikan Rehabilitasi Alun-Alun Tidak Ganggu Aktivitas PKL

Sabtu, 23 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana aktivitas pedagang kaki lima di sekitar Alun-Alun Lumajang, Jumat (22/8/2025).

Suasana aktivitas pedagang kaki lima di sekitar Alun-Alun Lumajang, Jumat (22/8/2025).

LUMAJANG, detikkota.com – Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan program rehabilitasi Alun-Alun yang dimulai awal September 2025 tidak akan mematikan aktivitas ekonomi masyarakat. Pedagang kaki lima (PKL) tetap diizinkan berjualan di sekeliling alun-alun, sementara kawasan inti ditutup untuk pengerjaan proyek.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang, Agus Rokhman Rozaq, menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan nafkah rakyat. “PKL tidak perlu khawatir, mereka tetap bisa berjualan seperti biasa. Prinsip kami, pembangunan berjalan, ekonomi rakyat pun tetap hidup,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).

Selain menjaga aktivitas perdagangan, agenda mingguan seperti Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) juga tetap digelar. Hanya saja, area inti alun-alun akan dipagari demi keamanan dan kelancaran pengerjaan, sedangkan aktivitas masyarakat dialihkan ke sekitar lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai antisipasi, pemerintah menyiapkan ruang alternatif seperti GOR Wira Bhakti dan Stadion Semeru untuk kegiatan olahraga, komunitas, maupun rekreasi warga. Rehabilitasi ditargetkan selesai pada Desember 2025 dengan harapan wajah baru alun-alun dapat menjadi ikon kota yang lebih representatif, ramah bagi semua kalangan, serta mampu mendongkrak ekonomi lokal.

“Alun-alun adalah ruang bersama dan simbol kota. Setelah rampung, manfaatnya akan lebih besar, baik untuk kenyamanan warga maupun bagi geliat ekonomi,” kata Rozaq.

Berita Terkait

Bupati Purwakarta Tegur Keras Disperkim, Papan Kegiatan Proyek Dipasang di Pagar Jadi Sorotan
Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Bupati Purwakarta Tegur Keras Disperkim, Papan Kegiatan Proyek Dipasang di Pagar Jadi Sorotan

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Berita Terbaru