PROBOLINGGO, detikkota.com – Rutan Kelas IIB Kraksaan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar program rehabilitasi narkotika bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP), Kamis (11/12/2025) di Aula Rutan Kraksaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pembinaan berbasis pemulihan yang selama ini dikembangkan rutan.
Program tersebut meliputi materi pemulihan adiksi, pendalaman pemahaman mengenai pola ketergantungan, serta diskusi kelompok yang didampingi psikolog.
Pendekatan ini dirancang untuk membantu WBP mengenali akar adiksi, meningkatkan kesadaran diri, serta membangun kemampuan regulasi emosi dan perilaku yang lebih adaptif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menyampaikan bahwa rehabilitasi merupakan bentuk pembinaan yang lebih humanis dan komprehensif.
“Melalui rehabilitasi ini, kami ingin memastikan setiap WBP mendapatkan pendampingan yang tepat agar dapat keluar dari siklus ketergantungan,” ujarnya.
Galih menambahkan program tersebut menjadi upaya strategis agar WBP tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga memiliki ruang untuk memperbaiki diri secara mental dan sosial.
Kasubsie Pelayanan Tahanan, M. Yasin Zaini, menegaskan bahwa proses rehabilitasi tidak berhenti pada pemberian materi. Keterlibatan psikolog, kata dia, berperan penting dalam membangun pola pikir baru di kalangan WBP.
“Rehabilitasi bukan hanya soal materi, tetapi juga proses refleksi diri. Pendampingan psikolog membantu WBP memahami perilaku dan merumuskan strategi mengurangi risiko ketergantungan,” jelasnya.
Ia menambahkan pihak rutan terus meningkatkan kualitas layanan, termasuk evaluasi terhadap mekanisme kunjungan dan prosedur pembinaan agar lebih efektif dan mudah dipahami masyarakat.
“Petugas berkomitmen memberikan layanan yang cepat, ramah, dan sesuai prosedur,” pungkasnya.
Penulis : Sya
Editor : Red







