BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.500

Rabu, 13 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, detikkota.com – Bank Indonesia (BI) mengungkap sejumlah faktor yang menyebabkan nilai tukar rupiah melemah hingga dolar Amerika Serikat menembus level Rp17.500.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, tekanan terhadap rupiah dipengaruhi meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia.

“Konflik di Timur Tengah yang masih berlangsung dengan intensitas meningkat mendorong kenaikan harga minyak dan ketidakpastian global,” ujar Destry kepada media, Selasa (12/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain faktor global, menurutnya terdapat tekanan dari dalam negeri berupa meningkatnya kebutuhan dolar AS secara musiman, seperti pembayaran utang luar negeri (ULN), pembayaran dividen perusahaan, serta kebutuhan masyarakat untuk ibadah haji.

Kondisi tersebut menyebabkan permintaan dolar di pasar domestik meningkat dan berdampak pada pelemahan kurs rupiah.

Meski demikian, BI menegaskan akan terus melakukan langkah stabilisasi nilai tukar melalui intervensi di pasar spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), maupun Non Deliverable Forward (NDF).

“BI akan terus berada di pasar dan mengoptimalkan seluruh instrumen operasi moneter untuk mengurangi tekanan terhadap rupiah,” katanya.

Destry menambahkan, kepercayaan investor asing terhadap pasar keuangan Indonesia mulai membaik. Hal itu terlihat dari masuknya arus modal asing ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) selama April 2026 yang mencapai Rp61,6 triliun.

Selain itu, likuiditas valuta asing di pasar domestik dinilai masih cukup kuat dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) valas hingga akhir Maret mencapai 10,9 persen secara tahunan.

BI memperkirakan tekanan terhadap rupiah yang bersifat musiman tersebut akan mereda sehingga nilai tukar rupiah berpotensi kembali bergerak sesuai fundamental ekonomi nasional.

Penulis : Jack

Editor : Jack

Berita Terkait

Wajah Ekonomi Sumenep dari Pinggir Jalan Panglima Sudirman
Rupiah Masih Tertekan Meski Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen
Surat Mengendap Hampir Tiga Bulan, BTN Sumenep Baru Buka Suara Soal KPR dan Perumahan
BSI dan Pemkab Subang Gelar “Subang Berhaji” untuk Antisipasi Keterbatasan Kuota Haji
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.420–Rp17.460 per Dolar AS
Direktur BPRS Bhakti Sumekar: Hardiknas 2026 Momentum Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Generasi Muda
BI Gandeng BRI Sumenep, Gaungkan Cinta Rupiah ke Generasi Muda
Operasi Pasar LPG 3 Kg di Probolinggo Diserbu Warga, Harga Dijaga Tetap Stabil

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 05:25 WIB

BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.500

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:06 WIB

Wajah Ekonomi Sumenep dari Pinggir Jalan Panglima Sudirman

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:31 WIB

Rupiah Masih Tertekan Meski Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:43 WIB

Surat Mengendap Hampir Tiga Bulan, BTN Sumenep Baru Buka Suara Soal KPR dan Perumahan

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:13 WIB

BSI dan Pemkab Subang Gelar “Subang Berhaji” untuk Antisipasi Keterbatasan Kuota Haji

Berita Terbaru