Diduga Pengambilan Batu dari Kawasan Mata Air, Proyek P3-TGAI Desa Margaluyu Tuai Sorotan

Kamis, 9 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 itu diduga menggunakan material batu yang diambil dari kawasan sekitar mata air.

Proyek yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 itu diduga menggunakan material batu yang diambil dari kawasan sekitar mata air.

PURWAKARTA, detikkota.com – Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Margaluyu, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, menjadi sorotan publik. Proyek yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 itu diduga menggunakan material batu yang diambil dari kawasan sekitar mata air.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat aktivitas pengambilan batu yang diduga berasal dari area di sekitar sumber mata air. Apabila dugaan tersebut terbukti, tindakan itu dikhawatirkan dapat mengganggu kelestarian lingkungan serta berdampak terhadap keberlangsungan sumber air yang dimanfaatkan masyarakat.

Mengacu pada papan informasi proyek, pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh P3A Tirta Saluyu Kahuripan dengan nilai bantuan sebesar Rp195 juta. Proyek itu dijadwalkan selesai dalam waktu pelaksanaan selama 45 hari kalender.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain dugaan pengambilan material dari kawasan mata air, sejumlah warga juga mempertanyakan asal-usul batu yang digunakan dalam proyek tersebut. Mereka menilai pengadaan material dan biaya angkut umumnya telah diakomodasi dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), sehingga sumber material yang digunakan perlu dijelaskan secara terbuka oleh pihak pelaksana.

Di sisi lain, media juga menerima informasi mengenai dugaan keterlibatan aparatur desa dalam tim pelaksana kegiatan. Namun, informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.

Atas kondisi tersebut, media mendorong Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum bersama pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan instansi berwenang untuk melakukan verifikasi serta pengecekan di lapangan. Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai petunjuk teknis, transparan, akuntabel, serta tetap memperhatikan aspek pelestarian lingkungan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Media tetap membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Penulis : Nal

Editor : Red

Berita Terkait

Diduga ODGJ Tidur di Trotoar Kota Sumenep, SERDADU Desak Pemkab Jangan Tutup Mata
Karya Bakti TNI AD Skala Besar Siap Digelar di Madura, Libatkan Ribuan Prajurit dan Perwira Tinggi
Kapolres Sumenep Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Laut pada Hari Laut Sedunia 2026
Diduga Lalai Pasang Rambu, Jalan Bekas Proyek Drainase di Sumenep Sebabkan Korban Luka Berat
MIO Indonesia Ucapkan Selamat, FORKABI Kembali Dipimpin H. Abdul Ghoni
Rembug Lansia Banyuwangi Jadi Wadah Serap Aspirasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan
PSHT Cabang Sumenep Perkuat Silaturahmi dengan Yon TP 931/Ksatria Jokotole
Doa untuk Sang Proklamator Digelar Serentak di Sumenep, Bupati Ajak Generasi Muda Teladani Pemikiran Bung Karno

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:52 WIB

Diduga ODGJ Tidur di Trotoar Kota Sumenep, SERDADU Desak Pemkab Jangan Tutup Mata

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:49 WIB

Diduga Pengambilan Batu dari Kawasan Mata Air, Proyek P3-TGAI Desa Margaluyu Tuai Sorotan

Senin, 8 Juni 2026 - 23:53 WIB

Karya Bakti TNI AD Skala Besar Siap Digelar di Madura, Libatkan Ribuan Prajurit dan Perwira Tinggi

Senin, 8 Juni 2026 - 11:41 WIB

Kapolres Sumenep Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Laut pada Hari Laut Sedunia 2026

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:47 WIB

Diduga Lalai Pasang Rambu, Jalan Bekas Proyek Drainase di Sumenep Sebabkan Korban Luka Berat

Berita Terbaru