Melawan Petugas Dua Bandit Ditembak

Senin, 5 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, detikkota.com – Dua bandit pencuri motor terpaksa dilumpuhkan kakinya dengan tembakan oleh Tim Unit Reskrim Polsek Sukolilo lantaran berusaha kabur dan melawan dengan senjata tajam (sajam) jenis pisau saat disergap.

Dua bandit itu bernama Sulaksono Edyprayogo (42), warga Jalan Bulak Rukem Gang V, Surabaya dan Badruttamam (31), warga Jalan Kedung cowek Gang VI, Surabaya.

Kanitreskrim Polsek Sukolilo, Iptu Zainul Abidin mengatakan, dua bandit itu disergap sesaat setelah beraksi di kawasan Jalan Ir Soekarno (Merr) pada Minggu (4/7/2021) dinihari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Awalnya, Abidin dan timnya mendapat informasi kemudian dilakukan penyelidikan dan pengintaian. Dalam penyelidikan, dua bandit tersebut hendak mencuri motor yang terparkir di teras rumah dengan cara merusak rumah kontak kunci motor.

“Kami awalnya patroli kring serse mencurigai gerak gerik keduanya yang diduga hendak mencuri motor. Dan benar dari kejauhan mereka terlihat melancarkan aksinya lalu kami sergap,” terang Abidin, Senin (5/7/2021).

Saat disergap, dua bandit itu berupaya menerjang kepungan petugas untuk berusaha kabur. Mereka bahkan berusaha menyerang dengan senjata tajam. Dinilai membahayakan, tim lantas melepaskan dua tembakan peringatan ke udara, tapi tidak digubris.

“Dua tembakan peringatan tidak digubris mereka, hingga membuat kami terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan betis kakinya. Setelah itu kami bawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis,” jelas Abidin.

Dalam penyergapan itu juga disita 5 mata kunci letter T, 3 handphone, 1 pisau lipat, motor Yamaha PCX warna putih yang digunakan sebagai sarana dan uang sisa hasil kejahatan Rp 144 ribu.

“Kedua pelaku ini sudah menyiapkan pisau lipat di kantong celananya saat berangkat mencari sasaran. Katanya untuk berjaga-jaga jika ada orang yang mencoba menghalangi aksinya. Pisau yang digunakan mereka bukan pisau lipat pada umumnya,” paparnya.

“Pisau itu sering digunakan untuk aktivitas outdoor. Jadi ada gunting, potongan kuku, obeng dan lain-lain. Sekilas memang tidak telihat seperti pisau lipat,” tambah Abidin.

Dalam pemeriksaan terungkap bahwa pelaku Sulaksono Edyprayogo merupakan residivis kasus yang sama dan pernah ditangkap Unit Jatanras Polrestabes Surabaya.

Keduanya tercatat pernah mencuri motor di basement RSIA Kendangsari Merr Surabaya sekitar pukul 07.30 WIB, 22 Januari 2021 dan parkiran basement Hotel Uno Jalan Genteng Besar, Surabaya sekitar pukul 05.00 WIB, 30 Juni 2021. (Redho)

Berita Terkait

Presiden Prabowo: Olahraga Cerminan Kekuatan dan Kebangkitan Bangsa
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:12 WIB

Presiden Prabowo: Olahraga Cerminan Kekuatan dan Kebangkitan Bangsa

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:07 WIB

Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pemerintahan

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Jumat, 9 Jan 2026 - 14:06 WIB