Antara Cinta, Karir, dan Keluarga

Jumat, 13 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Bersama Ibu Negara

Presiden RI Bersama Ibu Negara

JAKARTA, detikkota.com – Sulit dipungkiri, keluarga termasuk ukuran kesuksesan bagi masyarakat pada umumnya.

Orang yang telah mendulang berbagai kesuksesan karier masih belum dikatakan sempurna kesuksesannya apabila tidak dibarengi kesuksesan dalam membangun keluarga.

Kira-kira begitulah pandangan sebagian besar kita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tapi, seiring dengan meningkatnya kebutuhan ekonomi, aktualisasi-diri, dan lain-lain, ternyata semakin banyak dari kita yang menjalankan keputusan berkarier di luar rumah untuk menunjang kesuksesan keluarga.

Pertanyaannya, apa bisa kita hadir secara seimbang di kedua wilayah yang penting itu sehingga saling mendukung?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, yang perlu kita lihat lebih dulu adalah pemahaman kita tentang keseimbangan itu.

Ada orang memahami keseimbangan secara teknik.

Misalnya, Anda membikin jadwal kegiatan jam perjam dalam agenda pribadi untuk mengetahui kapan menelpon anak, dan pasangan atau mengurusi kesibukan kantor.

Ada juga yang memahami secara kehadiran fisik.

Bila seperti ini, berkarier dan berkeluarga tidak bisa diseimbangkan secara proporsional.

Ini karena manusia itu memiliki keterbatasan ruang dan waktu.

Tak mungkin kita hadir secara bersamaan dalam satu waktu di kedua bidang.

Pasti ada yang jadi korban.

Ada lagi yang tidak memiliki pemahaman seperti itu.

Keseimbangan itu bukan soal teknik karena hidup ini seringkali tak bisa diteknikkan seperti matematika.

Juga, bukan pula soal kehadiran fisik.

Banyak ibu yang sehari-harinya di rumah, namun tidak optimal memberikan perhatian dan peduli.

Keseimbangan adalah soal manajemen pikiran, perasaan, hati dan tindakan.

Tujuan Harus Tercapai
Menurut hukum alamnya, keseimbangan itu bukan tujuan, melainkan cara untuk mencapai tujuan.

Tujuannya adalah keharmonisan dari apa yang ingin dicapai.

Alam mengajarkan untuk kita menghindari hal-hal yang ”terlalu” (ekstrim) agar seimbang. Terlalu memikirkan karier, sepertiworkaholic.

Sebaliknya juga kalau kita terlalu memikirkan keluarga berakibat ketidak seimbangan kepada keluarga.

Ini bisa membuat kita berpikir laksana pemilik mutlak atas anak dan pasangan. Padahal, kita hanya diberi tugas menjaga dan membesarkan.

Intinya, antara cinta karier dan keluarga bisa diseimbangkan asalkan bisa mengontrol diri dan berpikir sinergis, menjadikan dua hal yang berbeda untuk bisa saling menunjang keberhasilan dan kebahagian, bukan mengkonfrontasikannya

(Dw.A/Red)

Berita Terkait

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumenep Terima Kunjungan FKMSA Universitas Wiraraja
Haji Rudi Tegaskan Isu Pemotongan Anggaran Koperasi Desa Merah Putih di Sumenep Tidak Benar
Dandim 0827/Sumenep Pimpin Tradisi Pelepasan Personel Purnatugas
Presiden Prabowo: Olahraga Cerminan Kekuatan dan Kebangkitan Bangsa
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:37 WIB

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumenep Terima Kunjungan FKMSA Universitas Wiraraja

Selasa, 13 Januari 2026 - 00:38 WIB

Haji Rudi Tegaskan Isu Pemotongan Anggaran Koperasi Desa Merah Putih di Sumenep Tidak Benar

Senin, 12 Januari 2026 - 11:47 WIB

Dandim 0827/Sumenep Pimpin Tradisi Pelepasan Personel Purnatugas

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:12 WIB

Presiden Prabowo: Olahraga Cerminan Kekuatan dan Kebangkitan Bangsa

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Berita Terbaru