Foto dan Nomor Ponsel Disalahgunakan, Seorang Wanita Lapor Ke Polrestabes

Jumat, 16 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, detikkota.com – Seorang wanita berinisial SR (18) warga Surabaya Timur dan temanya datang ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya.

Ketika media ini mencoba mendatangi dan menyapa, ternyata dua wanita ini datang untuk melaporkan tindakan kriminalitas terhadapnya.

Menurut SR (18), fotonya dipajang dan nomor telepon pribadi juga dijadikan status di Twitter. Dalam cuitan akun itu ditulis jika Pasutri Anak 1 dan dirinya wanita panggilan atau BO.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam cuitan juga dibilang hanya bayarin hotel saja. Padahal saya gak pernah lakukan itu. Makanya saya laporkan ke Polrestabes Surabaya ini,” jelasnya.

SR awalnya ragu menjelaskan kasusnya ke wartawan lantaran ia takut akan jadi momok besar. Namun setelah meyakinkan ia pun berkenan jika kasusnya diangkat dengan nama inisial. Ia menjelaskan jika awalnya dia dihubungi sejumlah lelaki hidung belang untuk menemaninya tidur di hotel.

Karena merasa terganggu, ia pun memutus sambungan telepon itu. Kemudian sejumlah lelaki lain juga menghubunginya dengan jarak waktu yang singkat usai lelaki pertama yang diblockir nomornya.

Saat ditelpon itu, SR juga memarahi para lelaki yang hubunginya lagi itu. Sampai akhirnya ada seorang kelaki yang membeberkan jika foto dan nomornya dijadokan status twitter.

“Dari situ saya dapat link dan melihat nomor serta foto saya terpasang jelas. Bahkan dikatakan bisa tidur bareng asal hotel sudah siap,” imbuh SR.

Sementara, Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Akhyar membenarkan jika korban benar sudah datang ke Polrestabes Surabaya untuk melaporkan kejadian itu. Namun tiba-tiba korban mengurungkan niatnya lapor karena ingin menghubungi rekannya terlebih dahulu.

“Iya, saat itu memang ada yang hendak lapor tapi gak jadi. Sampai sekarang belum ada laporan kembali terkait kasus tersebut,” tutupnya
(Redho)

Berita Terkait

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani
Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:32 WIB

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:13 WIB

Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pemerintahan

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Jumat, 9 Jan 2026 - 14:06 WIB