Komisi I DPRD Sumenep Soroti AMDAL Dalam LKPJ Bupati 2022

Selasa, 11 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Banyak hal yang disorot legislatif dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Sumenep Tahun Anggaran 2022. Salah satunya, mengenai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Ketua Komisi I Dewab Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Darul Hasyim Fath menyoal masalah lingkungan hidup yang dinilai belum sepenuhnya ideal. Karena sejumlah titik di wilayah Kota Keris itu masih terlihat semrawut.

Politisi PDI Perjuangan itu juga menyoal kegiatan yang berkaitan dengan isu pemanasan global yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep selama tahun anggaran 2022.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita perlu mendengar dari Kepala DLH Sumenep penjelasan tentang sudut pandangnya dalam menggunakan anggaran,” tegasnya, Selasa (11/4/2023).

Menurutnya, jika DLH tidak punya kegiatan yang berkaitan dengan isu-isu pemanasan global, bagian dari efek rumah kaca, maka susah untuk berdiskusi soal lain.

“Berarti, Kepala DLH tidak ngerti isu lingkungan hidup,” tandasnya.

Tidak hanya itu, lanjut politisi asal Masalembu itu,  Kabupaten Sumenep yang tidak mendapat penghargaan Kalpataru yang dinilai berjasa dalam merintis, mengabdi, menyelamatkan, dan membina perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan juga disoal.

“Kita bisa nanya, siapa yang ngurus cara kabupaten mendapat penghargaan Kalpataru, Lingkungan Hidup, kan? Kita bisa mendengar penjelasan DLH, apakah kalau kita datang dari perbatasan Kabupaten Pamekasan ke Sumenep, sudah menggambarkan idealnya atmosfer yang sehat dengan oksigen yang benar,” tanyanya tegas.

Darul membeberkan kondisi Kota Sumenep yang disebutnya belum diurus dengan sepenuh hati.

“Bisa lihat di depan Universitas Wiraraja (UNIJA), rumput berkeliaran, semrawut di sepanjang jalan tak ada yang ngurus. Itu siapa yang urus? Kota ini apakah sudah bersih menurut DLH,” tanya Darul.

Pihaknya meminta pada DLH Sumenep untuk memberikan penjelasan kegiatan yang berkaitan dengan kewenangannya sebagai bukti bahwa Kota Sumenep sudah layak dikatakan kota bersih.

“Kalau tidak bisa menjelaskan itu semua, percuma narasi penghargaan Adipura dan lain-lain itu,” tegasnya.(red)

Berita Terkait

Lantik 129 Kepala Sekolah, Wabup Sumenep Tekankan Mutu Pendidikan dan Penguasaan Teknologi
Tedi Ronal Slamet Terpilih Secara Aklamasi Pimpin DPD MIOI Purwakarta Periode 2026-2030
Sulaisi Siap Pimpin Aksi di Polresta Sumenep, Desak Kejelasan Penahanan Tersangka Lisdes
Polres Tanjung Perak Gagalkan Peredaran Sabu 95,44 Gram, Pemasok Diburu
KKKS Kabupaten Probolinggo Salurkan Bantuan Usaha Produktif untuk Keluarga ODGJ
Pejabat Pemkab Banyuwangi Jalani Tes Urine, Tegaskan Komitmen Zero Tolerance Narkoba
Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk
Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Ditpolair Korpolairud Lakukan Penahanan

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Lantik 129 Kepala Sekolah, Wabup Sumenep Tekankan Mutu Pendidikan dan Penguasaan Teknologi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Tedi Ronal Slamet Terpilih Secara Aklamasi Pimpin DPD MIOI Purwakarta Periode 2026-2030

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Sulaisi Siap Pimpin Aksi di Polresta Sumenep, Desak Kejelasan Penahanan Tersangka Lisdes

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Polres Tanjung Perak Gagalkan Peredaran Sabu 95,44 Gram, Pemasok Diburu

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:32 WIB

KKKS Kabupaten Probolinggo Salurkan Bantuan Usaha Produktif untuk Keluarga ODGJ

Berita Terbaru