Lumajang Gelar Pameran Tosan Aji Nusantara, Dorong Pelestarian Budaya dan Identitas Bangsa

Sabtu, 10 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lumajang Indah Amperawati di Pameran Budaya Tosan Aji Nusantara di Pendopo Arya Wiraraja, Jumat (9/1/2026).

Bupati Lumajang Indah Amperawati di Pameran Budaya Tosan Aji Nusantara di Pendopo Arya Wiraraja, Jumat (9/1/2026).

LUMAJANG, detikkota.com – Pemerintah Kabupaten Lumajang menggelar Pameran Budaya Tosan Aji Nusantara bertajuk “Melestarikan Pusaka Nusantara” di Pendopo Arya Wiraraja, Jumat (9/1/2026). Kegiatan ini menjadi upaya pelestarian budaya sekaligus sarana edukasi untuk memperkuat identitas bangsa di tengah pesatnya modernisasi.

Pameran yang dibuka langsung oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma tersebut digelar selama tiga hari, 9–11 Januari 2026. Beragam koleksi tosan aji dari berbagai daerah di Nusantara ditampilkan sebagai representasi kekayaan tradisi dan filosofi leluhur bangsa.

Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa pusaka Nusantara tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang relevan bagi kehidupan masyarakat saat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pameran ini bukan hanya tentang memamerkan benda pusaka, tetapi tentang menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang membentuk karakter bangsa. Di dalam pusaka terdapat sejarah, filosofi, dan kebijaksanaan leluhur yang relevan hingga hari ini,” ujar Indah Amperawati.

Ia menambahkan, pelestarian budaya harus dimaknai sebagai bagian dari pembangunan manusia dan peradaban, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Ketika masyarakat memahami makna pusaka, maka yang dirawat bukan hanya bendanya, tetapi nilai dan jati diri bangsa. Inilah esensi pelestarian budaya yang sesungguhnya,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lumajang juga menyampaikan kebanggaannya atas ditampilkannya karya Empu Sanibin, empu asal Lumajang, sebagai bukti kekayaan warisan budaya lokal.

“Kehadiran karya empu lokal menunjukkan bahwa Lumajang memiliki warisan budaya adiluhung yang lahir dari kearifan lokal dan patut mendapatkan pengakuan yang lebih luas,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma menyampaikan bahwa kegiatan budaya seperti pameran tosan aji memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah.

“Budaya adalah identitas sekaligus potensi. Jika dikelola secara berkelanjutan, kegiatan budaya mampu menciptakan nilai tambah ekonomi tanpa kehilangan ruh dan nilai luhurnya,” ujar Yudha.

Dari tingkat nasional, Staf Khusus Kementerian Kebudayaan RI Empu Teguh Basuki Yuwono menekankan pentingnya peran negara dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan.

“Kebudayaan harus dipahami sebagai ekosistem yang utuh. Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, baik warisan budaya benda maupun tak benda, yang berdampak besar bagi pariwisata, ekonomi budaya, dan penguatan identitas nasional,” jelas Empu Teguh.

Menurutnya, Pameran Tosan Aji Nusantara merupakan contoh kolaborasi konkret antara pemerintah, komunitas budaya, dan masyarakat dalam merawat pusaka Nusantara secara berkelanjutan.

“Pusaka Nusantara adalah simpul keindonesiaan yang mempertemukan nilai lokal dengan semangat kebangsaan,” pungkasnya.

Penulis : An

Editor : An

Berita Terkait

Ponpes Ngalah Pasuruan Tanamkan Nilai Toleransi dan Multikulturalisme
Festival Durian Songgon Angkat Potensi Lokal, Bupati Ipuk Apresiasi Kreativitas Desa
Ribuan Durian Meriahkan Selamatan Desa di Pasuruan, Tradisi Tetap Terjaga
Tradisi Puter Kayun Banyuwangi Kembali Digelar, Warga Boyolangu Napak Tilas Leluhur
Tradisi Combodug Sampang 2026 Berlangsung Meriah, Ribuan Warga Padati Lokasi
Larasati 2026 Hidupkan Ruang Publik dan Gairahkan Ekonomi Kreatif Kota Probolinggo
Ratusan Peserta Meriahkan Festival Ketupat 2026 di Pantai Lombang
Dialog Budaya “Membaca Keris Sumenep” Tegaskan Sumenep sebagai Pusat Peradaban Keris Nusantara

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 16:47 WIB

Ponpes Ngalah Pasuruan Tanamkan Nilai Toleransi dan Multikulturalisme

Selasa, 7 April 2026 - 11:26 WIB

Festival Durian Songgon Angkat Potensi Lokal, Bupati Ipuk Apresiasi Kreativitas Desa

Senin, 6 April 2026 - 11:05 WIB

Ribuan Durian Meriahkan Selamatan Desa di Pasuruan, Tradisi Tetap Terjaga

Senin, 30 Maret 2026 - 21:59 WIB

Tradisi Puter Kayun Banyuwangi Kembali Digelar, Warga Boyolangu Napak Tilas Leluhur

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:34 WIB

Tradisi Combodug Sampang 2026 Berlangsung Meriah, Ribuan Warga Padati Lokasi

Berita Terbaru