Pemkab Pamekasan Tutup Teman Djuang Cafe Akibat Pelanggaran Perda

Senin, 28 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penutupan ini merupakan buntut dari kegiatan musik DJ yang digelar pada Sabtu malam (26/7), yang dinilai tidak mengantongi izin resmi.

Penutupan ini merupakan buntut dari kegiatan musik DJ yang digelar pada Sabtu malam (26/7), yang dinilai tidak mengantongi izin resmi.

PAMEKASAN, detikkota.com – Pemerintah Kabupaten Pamekasan resmi menutup operasional Teman Djuang Cafe pada Minggu (27/7/2025) usai ditemukannya pelanggaran terhadap dua Peraturan Daerah (Perda). Penutupan ini merupakan buntut dari kegiatan musik DJ yang digelar pada Sabtu malam (26/7), yang dinilai tidak mengantongi izin resmi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan, Yusuf Wibiseno, menyampaikan bahwa acara tersebut melanggar Perda No. 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Hiburan dan Rekreasi serta Perda No. 3 Tahun 2019 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

“Tempat tersebut tidak memiliki izin operasional dan izin keramaian untuk kegiatan insidentil,” kata Yusuf saat diwawancarai di Radio Karimata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yusuf menegaskan bahwa tindakan tegas ini merupakan bagian dari fungsi utama Satpol PP, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 16 Tahun 2018, yakni dalam rangka menjaga ketertiban umum, menegakkan perda, dan melindungi masyarakat.

Sebelum penutupan dilakukan, pihak Satpol PP telah berkoordinasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk DPMPTSP, Disporapar, serta perangkat wilayah seperti lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

“Kami turunkan dua kabid untuk mengecek langsung di lokasi dan lakukan koordinasi lintas sektor,” ujar Yusuf.

Menanggapi soal durasi operasional kafe tersebut sebelum penutupan, Yusuf menyerahkan penjelasan kepada instansi teknis terkait. Namun ia menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat harus segera ditindaklanjuti, terutama jika mengandung dugaan pelanggaran aturan.

Penutupan ini dilakukan setelah video kegiatan DJ viral di media sosial, yang memicu sorotan publik terhadap izin dan legalitas operasional Teman Djuang Cafe.

“Kami tidak berniat mematikan usaha, tapi ingin memberi pembelajaran bahwa setiap kegiatan harus memenuhi ketentuan perizinan,” tambah Yusuf.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh pelaku usaha yang beroperasi secara sah dan sesuai ketentuan.

“Kalau dibiarkan, nanti tidak ada efek jera. Maka, tindakan ini harus tegas sebagai bentuk ketertiban dan perlindungan terhadap masyarakat,” tutupnya.

Berita Terkait

Rehabilitasi MPP Bale Madukara Purwakarta Jadi Sorotan, Tampilan Gedung Dinilai Semakin Representatif
Pembangunan Puskesmas Sukatani Dimulai, Keselamatan Kerja Jadi Fokus Utama
Proyek Galian Gorong-Gorong di Pakandangan Tengah Disorot, Belasan Pengendara Dilaporkan Kecelakaan
Heboh! Dugaan Penyalahgunaan NIK KTP, Disdukcapil dan Bank BPR KS Purwakarta Disorot
Ratusan Mahasiswa Ikuti Seleksi Beasiswa Baznas Sumenep
Viral Video Pejabat Joget, Publik Soroti Sensitivitas Sosial dan Dugaan Permainan Proyek di Purwakarta
Jalan Sukatani Dipenuhi Tanah Berserakan, Pengendara Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Video Pejabat Purwakarta Berjoget Jadi Sorotan, Warga Nilai Kurang Peka terhadap Kondisi Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:15 WIB

Rehabilitasi MPP Bale Madukara Purwakarta Jadi Sorotan, Tampilan Gedung Dinilai Semakin Representatif

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:24 WIB

Pembangunan Puskesmas Sukatani Dimulai, Keselamatan Kerja Jadi Fokus Utama

Sabtu, 23 Mei 2026 - 02:54 WIB

Proyek Galian Gorong-Gorong di Pakandangan Tengah Disorot, Belasan Pengendara Dilaporkan Kecelakaan

Jumat, 22 Mei 2026 - 04:01 WIB

Heboh! Dugaan Penyalahgunaan NIK KTP, Disdukcapil dan Bank BPR KS Purwakarta Disorot

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:23 WIB

Ratusan Mahasiswa Ikuti Seleksi Beasiswa Baznas Sumenep

Berita Terbaru