Penjual Ketan di Lumajang Konsisten Sisihkan Rp2.000 per Hari untuk Infak

Sabtu, 6 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Baznas Lumajang saat menerima infak dari seorang penjual ketan.

Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Baznas Lumajang saat menerima infak dari seorang penjual ketan.

LUMAJANG, detikkota.com – Sebuah kisah inspiratif datang dari seorang penjual ketan asal Desa Tempeh Tengah, Lumajang. Meski hidup dari penghasilan harian, ia rutin menyisihkan Rp2.000 setiap hari untuk disumbangkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lumajang. Dalam beberapa minggu, uang yang terkumpul mencapai Rp122.000 dan telah dua kali ia serahkan pada bulan ini.

Momen penyerahan infak tersebut turut disaksikan Bupati Lumajang Indah Amperawati pada Jumat (5/9/2025). Ia menilai ketulusan pedagang ketan itu lebih berharga dibandingkan besarnya nominal. “Ini bukan soal besar kecilnya uang, tetapi tentang keikhlasan dan konsistensi dalam berbagi. Infak seperti ini tidak ternilai harganya,” ujarnya.

Indah mengajak masyarakat untuk meneladani semangat berbagi dari penjual ketan tersebut. “Kalau seorang penjual ketan bisa menyisihkan rezekinya secara rutin, maka tak ada alasan bagi kita untuk tidak melakukan hal yang sama,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Ketua I Baznas Lumajang, Moh. Khoyum, menyebutkan donasi kecil namun rutin sangat berarti. “Infak kecil yang dilakukan dengan ikhlas dan berulang kali justru menjadi energi besar. Dari sinilah kami bisa menggerakkan program bantuan untuk yang membutuhkan,” katanya.

Baznas Lumajang mencatat, dana masyarakat yang terkumpul digunakan untuk membantu keluarga miskin, mendukung pendidikan anak yatim, hingga menopang kebutuhan warga lanjut usia tanpa penghasilan. Menurut Baznas RI, potensi zakat di Indonesia mencapai ratusan triliun rupiah, namun yang tergali masih sebagian kecil.

Kisah penjual ketan ini dinilai menjadi bukti bahwa pelaku usaha kecil tidak hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga pilar solidaritas sosial. Pemkab Lumajang dan Baznas berharap semangat tersebut dapat menginspirasi masyarakat luas untuk berkontribusi dalam menekan angka kemiskinan dan memperkuat ketahanan sosial daerah.

Berita Terkait

Diduga ODGJ Tidur di Trotoar Kota Sumenep, SERDADU Desak Pemkab Jangan Tutup Mata
Diduga Pengambilan Batu dari Kawasan Mata Air, Proyek P3-TGAI Desa Margaluyu Tuai Sorotan
Karya Bakti TNI AD Skala Besar Siap Digelar di Madura, Libatkan Ribuan Prajurit dan Perwira Tinggi
Kapolres Sumenep Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Laut pada Hari Laut Sedunia 2026
Diduga Lalai Pasang Rambu, Jalan Bekas Proyek Drainase di Sumenep Sebabkan Korban Luka Berat
MIO Indonesia Ucapkan Selamat, FORKABI Kembali Dipimpin H. Abdul Ghoni
Rembug Lansia Banyuwangi Jadi Wadah Serap Aspirasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan
PSHT Cabang Sumenep Perkuat Silaturahmi dengan Yon TP 931/Ksatria Jokotole

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:52 WIB

Diduga ODGJ Tidur di Trotoar Kota Sumenep, SERDADU Desak Pemkab Jangan Tutup Mata

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:49 WIB

Diduga Pengambilan Batu dari Kawasan Mata Air, Proyek P3-TGAI Desa Margaluyu Tuai Sorotan

Senin, 8 Juni 2026 - 23:53 WIB

Karya Bakti TNI AD Skala Besar Siap Digelar di Madura, Libatkan Ribuan Prajurit dan Perwira Tinggi

Senin, 8 Juni 2026 - 11:41 WIB

Kapolres Sumenep Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Laut pada Hari Laut Sedunia 2026

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:47 WIB

Diduga Lalai Pasang Rambu, Jalan Bekas Proyek Drainase di Sumenep Sebabkan Korban Luka Berat

Berita Terbaru