Warga Binaan di Lapas Banyuwangi Khatamkan Al-Quran Empat Kali dalam Sehari

Selasa, 4 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, detikkota.com – Bulan Ramadhan dimanfaatkan oleh Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi dengan melakukan berbagai kegiatan positif. Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan selama bulan suci ini adalah khataman Al-Quran.

Kegiatan khataman Al-Quran digelar di masjid maupun musholla yang berada di area dalam Lapas yang terletak di Jalan Letkol Istiqlah tersebut. Kegiatan ini telah menjadi bagian dari program pembinaan berbasis pondok pesantren yang dijalankan Lapas Banyuwangi.

Meski berada di tempat yang terbatas, para warga binaan mampu khatam Al-Quran hingga empat kali dalam sehari. Kegiatan ini berlangsung di siang maupun di malam hari usai pelaksanaan sholat tarawih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Lapas Banyuwangi, Mochamad Mukaffi menyebut, khataman Al-Quran diikuti oleh warga binaan yang merupakan santri Pondok Pesantren At-Taubah Lapas Banyuwangi.

“Mereka secara bergantian membaca Al-Quran dengan penuh kekhusukan hingga mencapai target khatam,” ujarnya, Selasa (04/03).

Menurutnya, melalui kegiatan khataman Al-Quran, menjadi salah satu sarana untuk saling belajar antar warga binaan.

“Mereka tidak hanya membaca, namun juga saling koreksi untuk semakin meningkatkan kemampuan dalam membaca Al-Quran,” imbuhnya.

Mukaffi menambahkan bahwa pembinaan berbasis pondok pesantren ini menjadi salah satu program unggulan di Lapas Banyuwangi yang tidak hanya memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga membantu mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

“Melalui kegiatan ini, warga binaan diharapkan dapat mengisi hari-hari mereka dengan kegiatan yang bermanfaat dan menjauhkan diri dari hal-hal negatif,” harapnya.

Kegiatan khataman Al-Quran di Lapas Banyuwangi juga menjadi simbol semangat dan harapan baru bagi warga binaan untuk kembali ke jalan yang lebih baik, sembari menunggu kesempatan untuk kembali ke masyarakat dengan bekal spiritual dan moral yang lebih baik.

Berita Terkait

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani
Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor
Ratusan Event Digelar Sepanjang 2025, Surabaya Mantapkan Diri sebagai Kota Wisata dan Budaya
Ribuan Peserta Ikuti Festival Gandrung “Dari Masa ke Masa” di Banyuwangi
Polsek Ra’as Ungkap Kasus Curat, Dua Terduga Pelaku Berhasil Diamankan
Komunitas Berbagi Sumenep Bagikan 50 Bungkus Nasi untuk Pengguna Jalan
Hak Penumpang Terampas, Rokok Ilegal Berlayar Bebas Ketika Kapal Rakyat Lebih Melayani Penyelundup
Kapolres Sumenep Inisiasi Persamaan Persepsi APH Sambut Pemberlakuan KUHP dan KUHAP Baru

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:32 WIB

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:13 WIB

Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor

Selasa, 30 Desember 2025 - 12:40 WIB

Ratusan Event Digelar Sepanjang 2025, Surabaya Mantapkan Diri sebagai Kota Wisata dan Budaya

Minggu, 28 Desember 2025 - 11:39 WIB

Ribuan Peserta Ikuti Festival Gandrung “Dari Masa ke Masa” di Banyuwangi

Sabtu, 27 Desember 2025 - 17:26 WIB

Polsek Ra’as Ungkap Kasus Curat, Dua Terduga Pelaku Berhasil Diamankan

Berita Terbaru

Suasana Balai Kota Surabaya yang menjadi lokasi Perayaan Natal Kota Surabaya 2026.

Daerah

Pemkot Surabaya Gelar Perayaan Natal Kota di Balai Kota

Kamis, 8 Jan 2026 - 13:17 WIB