205 Polisi Kawal Demo Pemuda dan Keluarga Bayi di Puskesmas Batang-Batang

Selasa, 28 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan personel Polres Sumenep mengawal aksi demonstrasi pemuda dan keluarga bayi di Puskesmas Batang-Batang, Kabupaten Sumenep.

Ratusan personel Polres Sumenep mengawal aksi demonstrasi pemuda dan keluarga bayi di Puskesmas Batang-Batang, Kabupaten Sumenep.

SUMENEP, detikkota.com – Polres Sumenep menerjunkan 205 personel untuk melakukan pengawalan aksi demonstrasi di Puskesmas Batang-Batang, Selasa (28/11/2023).

Pantauan di lapangan, personel kepolisian telah siap siaga sejak pagi di depan Puskesmas Batang-Batang.

“Hari ini jadi, Mas. Ini untuk pengamanan unras di Puskesmas Batang-Batang,” kata AKP Widiarti Sutyoningtias, Kasi Humas Polres Sumenep, Selasa (28/11/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, Polres Sumenep mengerahkan 205 personel untuk pengamanan jalannya aksi dari pemuda timur daya dan keluarga almarhumah bayi putri pasangan Aziz dan Rumnaini, warga Desa Tamidung Kecamatan Batang-Batang Sumenep.

Seperti diberitakan, sejumlah pemuda dan keluarga yang menduga bayinya meninggal akibat kelalaian petugas Puskesmas Batang-Batang melakukan aksi demontrasi, Selasa (28/11/2023).

Di halaman Puskesmas Batang-Batang, Kabupaten Sumenep itu para pengunjuk rasa melakukan orasi serta membawa sejumlah poster bertuliskan nada protes, di antaranya “Tumbal Pesugihan, Tero Sogie Araja Toyol”, dan “Kapus Batang-Batang Harus Mundur Dari Jabatannya”.

Aksi demontrasi dilatarbelakangi kejanggalan yang dialami almarhum bayi Adelia Aziz Bella Negara usai diambil sampel darahnya untuk proses Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK). Sebab, 3 hari setelah pengambilan sampel darah pada bagian tumit itu, bayi yang baru berumur 7 hari itu meninggal dunia.

Keluarga dan pemuda setempat menduga terjadi malapraltek. Mereka datang untuk meminta penjelasan dan keadilan terkait dugaan malapraktik oleh oknum bidan Puskesmas Batang-Batang.

“Beberapa hari setelah lahirnya anak tersebut dilakukan pengambilan sampel Skrinning Hipotiroid Kongenital (SHK), kemudian mengalami kejanggalan,” ucap Abdul Halim, korlap massa aksi,  dalam orasinya.

Halim menuding, bidan Puskesmas Batang-Batang yang menanganinya itu tidak professional dan lalai dalam melakukan tugas dan wawenangnya.

“Kami menuntut Kepala Puskesmas Batang Batang mundur dari jabatannya,” pintanya berteriak.

Orasi terus disampaikan secara bergantian, namun pihak Puskesmas Batang-Batang belum juga keluar menemui massa aksi.

Berita Terkait

FWJI Kabupaten Bekasi Tempuh Jalur Hukum, RSP alias Ros Dilaporkan Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik
Guru ASN Sumenep Masuk DPO, Kepala Madrasah Akui Sudah Panggil dan Datangi Rumahnya
Kurang dari 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan di Guluk-Guluk
Guru PNS di Sumenep Masuk DPO Kasus Dugaan Penggelapan, Pengawal Kasus: Guru Harus Jadi Teladan
Polresta Sumenep Bongkar Peredaran Sabu Jaringan Sampang, Tiga Tersangka Diamankan
Kasus Curanmor di Lenteng Terungkap, Polisi Amankan Pria Berinisial AM
Mahfud MD Nilai Penangkapan Eks Kepala BGN Tepat, Soroti Tata Kelola Program MBG
Aktivis dan Praktisi Hukum Datangi PN Sumenep, Pertanyakan Eksekusi Lahan Sengketa yang Belum Terlaksana

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:52 WIB

FWJI Kabupaten Bekasi Tempuh Jalur Hukum, RSP alias Ros Dilaporkan Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

Rabu, 5 Agustus 2026 - 03:51 WIB

Guru ASN Sumenep Masuk DPO, Kepala Madrasah Akui Sudah Panggil dan Datangi Rumahnya

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:48 WIB

Kurang dari 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan di Guluk-Guluk

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:41 WIB

Guru PNS di Sumenep Masuk DPO Kasus Dugaan Penggelapan, Pengawal Kasus: Guru Harus Jadi Teladan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:47 WIB

Polresta Sumenep Bongkar Peredaran Sabu Jaringan Sampang, Tiga Tersangka Diamankan

Berita Terbaru