Pemkab Sumenep Angkat Ratusan PPPK untuk Atasi Kekurangan Guru

Senin, 29 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Sumenep, Hj. Dewi Khalifah didampingi Kepala BKDSDM, Abdul Madjid menyerahkan Petikan SK PPPK Jabatan Fungsional Guru.

Wakil Bupati Sumenep, Hj. Dewi Khalifah didampingi Kepala BKDSDM, Abdul Madjid menyerahkan Petikan SK PPPK Jabatan Fungsional Guru.

SUMENEP, detikkota.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep,Jawa Timur resmi mengangkat Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) jabatan fungsional tenaga guru.

Pengangkatan PPPK tersebut dilakukan karena sejumlah sekolah kekurangan tenaga guru, baik di wilayah kepulauan maupun daratan.

“Kami mengharapkan, PPPK guru mampu menambah daya dorong pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan,” kata Wakil Bupati Sumenep, Hj. Dewi Khalifah, di sela-sela penyerahan Petikan Keputusan Bupati Sumenep tentang PPPK Jabatan Fungsional Tenaga Guru 2022, di Aula STKIP PGRI Sumenep, Senin (29/5/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ratusan PPPK guru formasi 2022 itu juga dalam rangka meningkatkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS), demi membangun Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Jadi, rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah sangat penting sebagai salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan pembangunan daerah, dalam upaya membangun kualitas hidup masyarakat,” terangnya.

Wabup Dewi Khalifah meminta komitmen PPPK tenaga guru dalam menjalankan tugas sebagai pendidik dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Keberadaannya, lanjut Wabup, berperan penting dalam memacu kemajuan pembangunan di Kabupaten Sumenep.

Menurutnya, selain mentransfer ilmu pengetahuan, para guru juga diminta untuk mengembangkan karakter siswa, dengan menumbuhkembangkan nilai-nilai etika dan moralitas, keberagaman, kebhinekaan di lingkungan sekolah.

“Para guru di jajaran Pemerintah Kabupaten Sumenep hendaknya memberikan keteladanan dalam proses pendidikan di lingkungan sekolah, termasuk menghindari tindakan-tindakan yang dapat memperburuk citra dunia pendidikan,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM, Abdul Madjid menuturkan, Jumlah PPPK Tenaga JF Guru dengan status P1 (Prioritas satu) sebanyak 189 orang dan setelah dilakukan validasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang Memenuhi Syarat (MS) sebanyak 188 orang.

Namun, kata Madjid, dari 188 orang setelah dilakukan verifikasi dokumen secara online yang dinyatakan lolos untuk mendapatkan penetapan NI PPPK oleh BKN hanya 184 orang, karena 4 orang menyatakan mengundurkan diri.

“Masa perjanjian kerja mereka adalah lima tahun sesuai dengan batas usia pensiun Jabatan Fungsional Guru,” pungkasnya.

Berita Terkait

Polres Tanjung Perak Gagalkan Peredaran Sabu 95,44 Gram, Pemasok Diburu
KKKS Kabupaten Probolinggo Salurkan Bantuan Usaha Produktif untuk Keluarga ODGJ
Pejabat Pemkab Banyuwangi Jalani Tes Urine, Tegaskan Komitmen Zero Tolerance Narkoba
Pengurus OSIS SMKN 1 Kalianget Periode 2026–2027 Resmi Dilantik
Pilah Sampah Sejak Dini, Gas Mass Gending Siapkan Program Berlanjut hingga 2027
Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk
Sidak SMPN 47, Eri Cahyadi Soroti Kamar Mandi Rusak dan Minta Anggaran Dioptimalkan
Keren! Siswa SMKN 1 Kalianget Pamer Karya dan Kuliner Tradisional, KTS 2026 Berlangsung Meriah

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Polres Tanjung Perak Gagalkan Peredaran Sabu 95,44 Gram, Pemasok Diburu

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:32 WIB

KKKS Kabupaten Probolinggo Salurkan Bantuan Usaha Produktif untuk Keluarga ODGJ

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Pejabat Pemkab Banyuwangi Jalani Tes Urine, Tegaskan Komitmen Zero Tolerance Narkoba

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Pengurus OSIS SMKN 1 Kalianget Periode 2026–2027 Resmi Dilantik

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Pilah Sampah Sejak Dini, Gas Mass Gending Siapkan Program Berlanjut hingga 2027

Berita Terbaru