I Gusti Ngurah Rai, Komandan yang Menghargai Anak Buahnya

Rabu, 11 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pahlawan Indonesia

Pahlawan Indonesia

detikkota.com – Kisah Overste I Gusti Ngurah Rai sudah banyak yang tahu. Komandan Ciung Wanara ini dikenal sangat dekat dengan anak buah juga jago silat.

Gugurnya beliaupun sangat terhormat buat ukuran sampai kapanpun!

Ada satu kisah yang buat saya relevan banget dengan kondisi sekarang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat tekanan pasukan Belanda semakin ketat dan masif pada pasukan Ciung Wanara ini.

Makin sering pula markas komando pasukan ini pindah-pindah untuk menghindari sergapan pasukan lawan.

Dari sekian banyak anggota pasukan Overste I Gusti Ngurah Rai rupanya tidak semua Orang Bali, ada juga yang muslim dan non Bali bahkan ada yang orang Jepang yang membelot dan berjuang bersama pasukan Ciung Wanara ini.

Dalam satu desa yang dekat markas pasukan ciung wanara ini pernah satu kejadian unik. Saat itu sang komandan masih bincang-bincang dengan beberapa stafnya saat ada satu anak buah berlari mendekati pondok yang dijadikan markas pasukan.

“Lapor pak, ada patroli Belanda mendekati desa sebelah utara!” Semua berdiri seraya bersiap tapi saat yang bersamaan beberapa anak buah Overste I Gusti Ngurah Rai yang beragama Islam sedang sholat Isya, saat itu memang sudah malam.

“Tahan! Tak ada pasukan yang bergerak di luar perintah saya!” Perintah sang overste pada seluruh anak buahnya. I Gusti Ngurah Rai melihat sekeliling.

Lama ia terdiam sebelum akhirnya memberi perintah.

“Kita bertahan di sini apapun yang terjadi!” Pasukan itu membuat gerakan menyebar di seputar markas.

Banyak anak buah sang overste ini bingung, bagaimana tidak, kondisi pasukan sangat tidak siap, logistik dan peluru sangat kurang ditambah banyak anggota pasukan yang terluka dan perlu dirawat, tapi kenapa komandan memerintahkan bertahan?

Sang komandan memerintahkan beberapa telik sandi untuk mencek sejauh mana gerakan pasukan musuh.

Menunggu dengan cemas sekian lama akhirnya telik sandi kembali sembari berlari dan terengah melapor bahwa pasukan Belanda meninggalkan desa menuju arah lain.

Semua mengambil nafas lega tak jadi bertempur malam itu.

Saat di tanya oleh beberapa staff nya kenapa mengambil keputusan nekat bertahan di hutan itu.

“Anak anak sedang sembahyang pada Tuhannya.

Jangan diganggu. Kalaupun kita bertempur di sini, ya sekalian saja.

”Staff nya hanya terdiam dan mengangguk paham.

(Dw.A/Red)

Berita Terkait

Bobroknya Bea Cukai Madura Dibawah Kepemimpinan Novianto, LSM BIDIK Desak Razia Gabungan Insidental
Dapur MBG Citalang 2 Milik Rossa Diduga Sajikan Buah Naga Busuk untuk SDN Nagri Tengah
Pengelolaan Sampah Surabaya Terbaik se-Indonesia Tahun 2025
Kota Probolinggo Raih Sertifikat Menuju Kota Bersih dari KLH
Polres Sumenep Buka Ruang Koordinasi dengan Media Lewat Momentum Ramadan
Mobilitas Tinggi, Jalan Dr. Cipto Masuk Zona Prioritas Kebersihan DLH Sumenep
Khofifah Indar Parawansa Salurkan Bansos Rp16 Miliar Lebih di Kabupaten Probolinggo
Khofifah Indar Parawansa Tinjau Banjir di Probolinggo, Mohammad Haris Pastikan Penanganan dan Rekonstruksi Dipercepat

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:13 WIB

Bobroknya Bea Cukai Madura Dibawah Kepemimpinan Novianto, LSM BIDIK Desak Razia Gabungan Insidental

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:07 WIB

Dapur MBG Citalang 2 Milik Rossa Diduga Sajikan Buah Naga Busuk untuk SDN Nagri Tengah

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:11 WIB

Pengelolaan Sampah Surabaya Terbaik se-Indonesia Tahun 2025

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:04 WIB

Kota Probolinggo Raih Sertifikat Menuju Kota Bersih dari KLH

Rabu, 25 Februari 2026 - 20:37 WIB

Polres Sumenep Buka Ruang Koordinasi dengan Media Lewat Momentum Ramadan

Berita Terbaru

Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Agus Dwi Saputra sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep di Ruang Raden Arya Wiraraja, Kamis (26/2/2026).

Pemerintahan

Agus Dwi Saputra Resmi Jabat Sekda Kabupaten Sumenep

Kamis, 26 Feb 2026 - 16:30 WIB

Kepala BPS Bangkalan, Fajar Fatahillah, saat bertemu jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangkalan membahas persiapan Sensus Ekonomi 2026, Rabu (25/2/2026).

Pemerintahan

BPS Bangkalan Gelar Sensus Ekonomi 2026 Selama 60 Hari

Kamis, 26 Feb 2026 - 15:22 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyapa mahasiswa dan diaspora Indonesia saat tiba di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab, Rabu (25/2/2026).

Internasional

Mahasiswa Indonesia di PEA Antusias Sambut Kunjungan Presiden Prabowo

Kamis, 26 Feb 2026 - 12:02 WIB