PURWAKARTA, detikkota.com – Dorongan agar Projo bertransformasi menjadi partai politik kembali disuarakan dari daerah. Ketua Projo Purwakarta, Asep Burhana, mendesak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo mulai serius membahas kemungkinan menjadikan organisasi tersebut sebagai partai politik.
Menurut Asep, dinamika politik nasional dalam beberapa waktu terakhir menjadi alasan Projo tidak bisa terus bersikap pasif. Ia menilai, Projo perlu mulai mempersiapkan kemandirian politik untuk menghadapi Pemilu 2029.
“Kami mendesak DPP Projo agar mulai serius membahas kemungkinan-kemungkinan agar Projo bisa menjadi partai. Menurut kami dari Purwakarta, tidak bisa kita berdiam diri terus melihat perkembangan politik akhir-akhir ini,” kata Asep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan, Projo harus memiliki sikap politik yang mandiri pada Pemilu 2029. Menurutnya, waktu yang tersedia masih cukup untuk mempersiapkan berbagai persyaratan apabila transformasi tersebut benar-benar diputuskan.
“Kita harus bisa mandiri di 2029 nanti. Kita punya waktu tiga tahun untuk mempersiapkan persyaratan,” ujarnya.
Infrastruktur Organisasi Dinilai Sudah Kuat
Asep menilai, dari sisi infrastruktur organisasi, Projo relatif memiliki modal yang cukup untuk mulai memikirkan transformasi menjadi partai politik.
Pengalaman organisasi dalam membangun jaringan di berbagai daerah dinilai menjadi salah satu kekuatan yang bisa digunakan untuk mempersiapkan tahapan tersebut.
“Kita dari sisi infrastruktur relatif sudah aman,” kata Asep.
Ia juga menilai pengalaman Projo dalam memenangkan kontestasi politik nasional menjadi modal penting. Menurutnya, Projo telah memiliki pengalaman menggerakkan jaringan untuk memenangkan pasangan calon presiden dalam dua kontestasi terakhir.
“Kita sudah memiliki pengalaman membantu memenangkan Presiden Jokowi dua periode dan Prabowo-Gibran, sehingga sudah cukup bagi Projo untuk segera bertransformasi menjadi partai politik,” ujarnya.
Struktur Bawah Mulai Mempertanyakan
Asep mengatakan, dorongan transformasi tersebut juga mulai menjadi pembicaraan di tingkat akar rumput.
Menurut dia, sejumlah jaringan Projo di bawah mulai mempertanyakan keseriusan DPP dalam mempersiapkan kemungkinan transformasi organisasi menjadi partai politik.
“Jaringan kami di bawah sudah mulai mempertanyakan keseriusan DPP untuk mempersiapkan transformasi tersebut,” katanya.
Karena itu, Asep berharap DPP segera mengambil langkah konkret dengan membuka pembahasan mengenai masa depan Projo.
Menurutnya, pembahasan sejak sekarang penting agar jika keputusan transformasi menjadi partai politik diambil, Projo tidak memulai semuanya dari nol.
Siapkan Struktur hingga Desa
Sambil menunggu langkah dan keputusan dari tingkat pusat, Projo Purwakarta menyatakan akan terus memperkuat struktur organisasi di tingkat bawah.
Asep mengatakan, pihaknya akan bekerja keras melengkapi struktur Projo hingga tingkat desa sebagai bagian dari persiapan organisasi.
“Sambil DPP mempersiapkan, kami akan bekerja keras melengkapi struktural sampai ke tingkat desa,” tegasnya.
Menurut Asep, penguatan struktur tersebut penting terlepas dari keputusan akhir mengenai transformasi Projo menjadi partai politik.
Namun, jika DPP memutuskan untuk mengambil langkah tersebut, jaringan yang telah dibangun hingga tingkat desa akan menjadi modal penting dalam mempersiapkan Projo menghadapi Pemilu 2029.
Bagi Projo Purwakarta, momentum tiga tahun menjelang Pemilu 2029 harus dimanfaatkan untuk membangun kesiapan organisasi sekaligus membahas secara serius kemungkinan Projo memiliki kendaraan politik sendiri.
Penulis : Nal
Editor : Nal








