Batik Canteng Koneng Sumenep Unik dan Unggul, Bupati Sumenep: Harus Dijual Mahal

Rabu, 2 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI, Joko Widodo mengenakan batik Canteng Koneng dalam sebuah acara.

Presiden RI, Joko Widodo mengenakan batik Canteng Koneng dalam sebuah acara.

SUMENEP, detikkota.com – Hasil karya batik yang halus tidak lepas dari proses kontemplasi pembuatnya, selain butuh ketelitian dan presisi dalam setiap detail liukan motifnya. Sebuah corak juga bukan guratan biasa. Setiap batik memiliki corak dan warna yang bernilai tajam dan filosofis.

Dalam perkambangannya, batik tidak hanya soal nilai. Dalam perkembangannya batik mulai menjadi sebuah penghormatan dari pemakainya. Dasar itu yang menjadi landasan Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo dalam mengampanyekan batik tulis Sumenep ke berbagai daerah di Indonesia.

“Batik Sumenep memiliki ciri khas yang unik, Makanya harus dijual mahal, dan memang saya melarang dijual murah. Tujuannya, biar pengrajin sejahtera,” tegasnya, Rabu (2/8/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di banyak daerah, lanjutnya, mungkin banyak pengrajin batik dari kalangan tua. Berbeda dengan di Sumenep yang banyak didominasi oleh ratusan perajin batik milenial.

Menurutnya, pemerintah daerah terus menggandeng rumah produksi batik untuk menambah tenaga kerja kalangan muda. “Pemerintah sejalan dengan semangat pengrajin batik milenial. Secara khusus saya juga berpesan bahwa kualitas batik yang dihasilkan harus unik, berkarakter, sehingga memiliki nilai jual tinggi. Gak boleh ada batik Sumenep dijual seharga 600 ribu rupiah per helai. Kami berharap di atas 1 juta. Dengan begitu, maka para lulusan perguruan tinggi tertarik untuk menggeluti usaha ini. Sehingga juga mampu membuka lapangan pekerjaan,” imbuh Bupati Fauzi.

Selama ini, kata mantan pengusaha muda itu, salah satu rumah produksi batik bernama Canteng Koneng menjadi lokasi tempat berlatih kalangan milenial dalam belajar membatik.

“Kami menerima semua pemuda yang ingin bekajar batik. Mulai dari lulusan SMP, SMA, mahasiswa, semua kami terima. Harapannya, ini akan jadi modal utama karir mereka di kemudian hari. Soal karya, saya gak mau bikin batik yang pasaran. Harus yang limited. Makanya saya mencetak satu design batik maksimal 50 helai sampai 100,” terang Didik Haryanto, Owner Batik Canteng Koneng.

Didik juga mengaku bangga, design batik yang dibuatnya dapat memikat hati para petinggi negara, termasuk Presiden Jokowi.

“Sebagai pengrajin batik, tentu itu adalah hal yang sangat didambakan. Batik Canteng Koneng kerap dipakai Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan. Bahkan, orang nomor satu di Indonesia itu juga mengoleksi banyak desain,” tambahnya.

Didik menegaskan, harga jual batik Sumenep memang harus mahal, seperti arahan Bupati Achmad Fauzi. “Prose pembuatan batik Sumenep itu rumit. Satu helai batik membutuhkan minimal 15 hari. Mulai dari menentukan konsep design 3 hari, lalu disepurnakan di karton selama 5 hari, pembatikan dan pewarnaan hingga penjemuran paling cepat 10 hari. Proses panjang ini memang bagian dari keseriusan pengrajin batik Sumenep dalam menghasilkan karya terbaik yang unggul dan unik,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kadis PUTR Sumenep Tekankan Pentingnya RTRW dalam Pembangunan Daerah
Indeks Reformasi Birokrasi Sumenep Naik, Pemkab Raih Predikat A-
Tumpeng Sewu Kemiren Jadi Simbol Gotong Royong dan Pelestarian Budaya Osing
Semangat Hardiknas dan Harkitnas 2026, Wabup Sumenep Tekankan SDM Unggul dan Kemandirian Desa
Presiden Prabowo Optimistis Koperasi Merah Putih Dorong Ekonomi Desa
Pemkab Sumenep Perketat Pengawasan Program BSPS 2026
Sekda Sumenep Minta KORPRI Adaptif dan Inovatif Hadapi Tantangan Birokrasi Digital
Wabup Sumenep Tekankan Muskab KORPRI Jadi Momentum Perkuat Profesionalisme ASN

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 11:45 WIB

Kadis PUTR Sumenep Tekankan Pentingnya RTRW dalam Pembangunan Daerah

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:33 WIB

Indeks Reformasi Birokrasi Sumenep Naik, Pemkab Raih Predikat A-

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:30 WIB

Tumpeng Sewu Kemiren Jadi Simbol Gotong Royong dan Pelestarian Budaya Osing

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:04 WIB

Semangat Hardiknas dan Harkitnas 2026, Wabup Sumenep Tekankan SDM Unggul dan Kemandirian Desa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:18 WIB

Presiden Prabowo Optimistis Koperasi Merah Putih Dorong Ekonomi Desa

Berita Terbaru