Bertambah, Terlapor Penolak Tambak Garam Menjadi 10 Orang

Kamis, 18 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga Dusun Tapakerbau, Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura berjaga di kawasan pantai yang akan dibangun tambak garam.

Sejumlah warga Dusun Tapakerbau, Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura berjaga di kawasan pantai yang akan dibangun tambak garam.

SUMENEP, detikkota.com – Polemik pembangunan tambak garam di pantai Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep terus berlanjut. Setelah 4 warga dilaporkan ke polisi oleh investor, kini menyusul 6 warga lainnya yang juga diseret ke ranah hukum.

Kuasa hukum terlapor, Marlaf Sucipto mengatakan, penambahan jumlah terlapor diketahui saat dirinya mendampingi 4 warga menjalani proses pemeriksaan penyidik di Mapolres Sumenep. Keempat warga masing-masing Subaidi, Harjono, Junaidi, dan Jumasra.

”Saat menjalani pemeriksaan empat warga terlapor itu, penyidik masih menunjukkan nama enam warga lain yang juga dilaporkan oleh Masdura Yuhedi,” imbuh Marlaf, Kamis (18/5/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, 6 warga yang namanya disebut oleh penyidik yaitu Fathor Rahman, Bahris Syamsi, Fajri, Suwandi, Andi, dan Imam. Keenamnya warga Dusun Tapakerbau, Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura.

Meski demikian, lanjutnya, pihaknya masih belum menerima surat pemanggilan pemeriksaan dari penyidik Polres Sumenep.

”Warga masih menunggu surat pemanggilan tersebut jika memang dianggap perlu,” imbuhnya.

Marlaf memprediksi, laporan yang menyeret nama 6 warga Tapakerbau itu motifnya tidak jauh berbeda dari 4 warga yang telah diperiksa sebelumnya. Yakni, diadukan atas dugaan kasus penyanderaan alat berat berupa ponton dan ekskavator.

”Sebenarnya, enam warga itu dilaporkan bersamaan dengan empat orang sebelumnya. Hanya, mungkin waktu pemanggilannya saja yang diatur berbeda,” kata Marlaf memprediksi.

Menurutnya, proses pemeriksaan 10 warga itu tidak memungkinkan untuk dilaksanakan satu hari sekaligus. Sebab, untuk proses pemeriksaan 4 warga saja memakan waktu hampir 1 hari penuh.

Marlaf menegaskan, semua terlapor sama sekali tidak merasa gentar. Mereka siap menjalani proses pemeriksaan secara kooperatif sebagai iktikad baik dari warga.

Selain itu, warga akan tetap bersikeras menolak rencana penggarapan tambak garam di desanya. Meskipun, harus berurusan dengan hukum. Mereka yakin, tindakannya telah sesuai dengan regulasi berupa Perda, PP, dan perundang-undangan yang berlaku.

Di sini lain, kuasa hukum pelapor, Herman Wahyudi, membenarkan terkait pengaduan yang dilakukan Masdura Yuhedi terhadap 6 warga Kampung Tapakerbau tersebut.

Menurutnya, laporan tersebut berkaitan dengan hilangnya perahu milik salah satu penggarap tambak garam.

Awalnya, perahu tersebut berada di lokasi sekitar laut Kampung Tapakerbau. Namun, pasca ada penolakan warga terhadap kedatangan alat berat, tiba-tiba perahu tersebut hilang. Berdasarkan rekaman video, ada enam warga yang diduga terkait hilangnya perahu tersebut.

Herman memasrahkan penuh proses hukum kasus tersebut kepada polisi.

”Kalau ternyata perahu itu ada kerusakan atau ada barang yang dilang, maka harus ada yang bertanggung jawab. Saya pasrahkan penuh proses tersebut kepada polisi untuk melakukan penyelidikan,” tandasnya.

Berita Terkait

Peringati Harkopnas ke-79, Bupati Sumenep Tegaskan Komitmen Koperasi Tangguh dan Gotong Royong
Dugaan Transaksi Lapak Pasar Ganding Jadi Sorotan, Praktisi Hukum Desak Transparansi Total
Silaturahim ke PWNU Jatim, LKKNU Sumenep Perkuat Arah Program Kerja
PT IKS Kembali Jadi Sorotan, Pekerja Keluhkan Sistem Pengupahan hingga Dugaan Pelanggaran
Kasus Curanmor di Lenteng Terungkap, Polisi Amankan Pria Berinisial AM
Polisi Selidiki Penemuan Jenazah Perempuan di Persawahan Gapura, Ditemukan Luka di Kepala dan Leher
Pemkot Malang Perkuat Edukasi Terkait LGBT, DPRD Dorong Pendidikan Karakter Berkelanjutan
BMKG: Cuaca Jawa Timur Didominasi Cerah, Waspadai Udara Kabur dan Gelombang Perairan Selatan

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:47 WIB

Peringati Harkopnas ke-79, Bupati Sumenep Tegaskan Komitmen Koperasi Tangguh dan Gotong Royong

Minggu, 12 Juli 2026 - 10:33 WIB

Dugaan Transaksi Lapak Pasar Ganding Jadi Sorotan, Praktisi Hukum Desak Transparansi Total

Minggu, 12 Juli 2026 - 09:19 WIB

Silaturahim ke PWNU Jatim, LKKNU Sumenep Perkuat Arah Program Kerja

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:27 WIB

PT IKS Kembali Jadi Sorotan, Pekerja Keluhkan Sistem Pengupahan hingga Dugaan Pelanggaran

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:46 WIB

Kasus Curanmor di Lenteng Terungkap, Polisi Amankan Pria Berinisial AM

Berita Terbaru