Dana Kompensasi Pedagang Nanas Raib Ditilep Oknum Aktivis, Kades Jalan Cagak Imbau Warga Segera Lapor Jika Alami Hal Serupa

Jumat, 18 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Desa Jalan Cagak, Indra Zainal Alim, turut angkat bicara melalui unggahan pesan singkat di WhatsApp

Kepala Desa Jalan Cagak, Indra Zainal Alim, turut angkat bicara melalui unggahan pesan singkat di WhatsApp

SUBANG, detikkota.com – Seorang pedagang nanas asal Jalan Cagak, Kabupaten Subang, menjadi korban penyelewengan dana kompensasi pasca penggusuran bangunan liar (bangli) yang dilakukan dalam rangka penataan jalur wisata oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dana kompensasi yang seharusnya diterima pedagang, ditilep oleh oknum aktivis yang mengaku sebagai perantara.

Korban bernama Saniah (45), mengaku tidak menerima dana kompensasi sebesar Rp10 juta yang semestinya menjadi haknya setelah kiosnya digusur dalam program penataan akses wisata gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dana kompensasi tersebut diketahui telah dicairkan melalui dua tahap oleh Pemerintah Kabupaten Subang.

Kasus ini mencuat ke publik setelah Saniah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Jalan Cagak, Kamis (17/7/2025) pukul 10.00 WIB. Berdasarkan informasi yang beredar, oknum aktivis yang diduga melakukan penyelewengan tersebut adalah M. Husni alias Ipung, yang kini telah diamankan pihak kepolisian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Desa Jalan Cagak, Indra Zainal Alim, turut angkat bicara melalui unggahan pesan singkat di WhatsApp. Ia mengimbau seluruh warga, khususnya para pedagang terdampak, untuk segera melapor ke kantor desa apabila mengalami kejadian serupa, terutama terkait dugaan pungutan liar saat pencairan bantuan.

“Assalamualaikum Wr Wb, wilujeng enjing warga Jalan Cagak. Sesuai arahan Bapak Gubernur, kami mengimbau kepada para pedagang yang terdampak penertiban agar segera melapor ke Kantor Desa jika ada praktik pemotongan atau pungutan dalam proses pencairan dana kompensasi,” ujarnya tegas.

Kejadian ini menimbulkan keresahan di kalangan pedagang kaki lima yang terdampak penggusuran, meski pemerintah daerah telah berupaya maksimal memastikan kompensasi diberikan secara adil dan transparan. Pemerintah Desa berharap, kasus ini menjadi peringatan agar bantuan dari pemerintah tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Berita Terkait

32 Tim Meriahkan Kejuaraan Drumband Kabupaten Banyuwangi 2026
Bangkalan Surplus Beras, Bupati Pastikan Ketahanan Pangan Aman hingga 13 Bulan
Aktivitas Galian C di Sekitar Asta Tinggi Sumenep Disorot Paguyuban Potra Potre Budaya Madura
Pemkot Surabaya Gelar Perayaan Natal Kota di Balai Kota
PMII UNIBA Madura Tolak Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Ancam Kedaulatan Rakyat
Pantau Penyemprotan Padi dengan Drone, Bupati Sumenep Dorong Swasembada Pangan Berbasis Petani
Launching Panen Perdana Kolam Ikan BAPEKSI di Wanayasa, Diresmikan Ketua Umum DPP TB Hasanuddin
Pemkot Surabaya Tingkatkan Kewaspadaan Kesehatan, Waspadai Isu Super Flu

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:11 WIB

32 Tim Meriahkan Kejuaraan Drumband Kabupaten Banyuwangi 2026

Kamis, 8 Januari 2026 - 14:02 WIB

Aktivitas Galian C di Sekitar Asta Tinggi Sumenep Disorot Paguyuban Potra Potre Budaya Madura

Kamis, 8 Januari 2026 - 13:17 WIB

Pemkot Surabaya Gelar Perayaan Natal Kota di Balai Kota

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:15 WIB

PMII UNIBA Madura Tolak Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Ancam Kedaulatan Rakyat

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:34 WIB

Pantau Penyemprotan Padi dengan Drone, Bupati Sumenep Dorong Swasembada Pangan Berbasis Petani

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pemerintahan

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Jumat, 9 Jan 2026 - 14:06 WIB