Dinkes Probolinggo Gelar Talkshow Kesehatan Jiwa dan Bahaya Napza bagi Pelajar

Selasa, 26 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica membuka talkshow kesehatan jiwa dan bahaya napza di Auditorium Madakaripura, Selasa (26/8/2025).

Sekretaris Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica membuka talkshow kesehatan jiwa dan bahaya napza di Auditorium Madakaripura, Selasa (26/8/2025).

PROBOLINGGO, detikkota.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar talkshow kesehatan jiwa dan bahaya napza bagi anak sekolah di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (26/8/2025).

Acara yang dibuka oleh Sekretaris Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica ini diikuti 400 pelajar SMP/sederajat beserta guru pendamping. Kegiatan diawali dengan skrining kesehatan jiwa oleh Hery Yulianto (Dinkes), dilanjutkan pemaparan materi generasi sehat bebas napza oleh dosen Universitas Nurul Jadid (Unuja) Lailatul Fitriyah, serta sesi tanya jawab yang dipandu Imam Safi’i (Dinkes).

dr. Dewi Vironica menjelaskan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kesehatan mental sekaligus memberi pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif. “Kesehatan jiwa bukan hanya soal gangguan kejiwaan berat, tetapi juga mencakup kemampuan mengelola emosi, tekanan, dan tantangan di masa remaja,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Dewi, masa remaja merupakan fase transisi yang rentan secara fisik maupun psikis. Banyak keluhan fisik di puskesmas maupun rumah sakit, katanya, ternyata bersumber dari gangguan mental seperti kecemasan atau tekanan emosional. “Edukasi kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik,” tegasnya.

Ia menambahkan Dinkes membuka layanan konsultasi dan pendampingan bagi sekolah yang membutuhkan. “Jika ada siswa dengan gejala stres, depresi, atau gangguan kecemasan, jangan sampai luput dari perhatian karena tidak selalu terlihat secara kasat mata,” jelasnya.

Selain kesehatan jiwa, ancaman penyalahgunaan napza juga menjadi perhatian serius. “Beberapa waktu terakhir, kami menerima laporan adanya siswa yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba, bahkan sampai meninggal dunia. Ini harus menjadi alarm bagi kita semua,” kata Dewi.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap pelajar dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun keluarga. “Kami siap bersinergi dengan sekolah, guru, dan orang tua agar anak-anak tumbuh sehat secara fisik dan mental. Jika membutuhkan konsultasi, layanan kami terbuka lebar,” pungkasnya.

Berita Terkait

Listrik RW 03 Nagri Tengah Padam Berulang, ULP Ungkap Isolator Rusak Disambar Petir
Proyek RKB SMKN 3 Linggabuana Tembus Rp1 Miliar, Libatkan Penyedia Jasa: Mekanismenya Terang atau Justru Mengundang Tanya?
Tak Perlu Lagi ke Kota, Urus Adminduk di Bangkalan Mulai 2027 Bisa dari Kecamatan
Petani Jatisari Probolinggo Dilatih Ubah Kotoran Kambing Jadi Pupuk Hayati
Tunggakan PBB Sumenep Dipangkas 95 Persen, Warga Cuma Punya Waktu sampai 31 Oktober
Kekeringan Melanda Tanah Merah, Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Air Bersih
Kapolresta Sumenep Imbau Masyarakat Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau
Banyuwangi Kembangkan Sistem Refill untuk Tekan Sampah Kemasan Sekali Pakai

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:22 WIB

Listrik RW 03 Nagri Tengah Padam Berulang, ULP Ungkap Isolator Rusak Disambar Petir

Rabu, 9 September 2026 - 10:14 WIB

Tak Perlu Lagi ke Kota, Urus Adminduk di Bangkalan Mulai 2027 Bisa dari Kecamatan

Rabu, 9 September 2026 - 10:12 WIB

Petani Jatisari Probolinggo Dilatih Ubah Kotoran Kambing Jadi Pupuk Hayati

Selasa, 8 September 2026 - 13:19 WIB

Tunggakan PBB Sumenep Dipangkas 95 Persen, Warga Cuma Punya Waktu sampai 31 Oktober

Selasa, 8 September 2026 - 13:02 WIB

Kekeringan Melanda Tanah Merah, Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Air Bersih

Berita Terbaru