SUMENEP, detikkota.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Achmad Madani Putra dan Rekan-rekan memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-8 pada Kamis (16/4/2026) di Musholla Al-Inabah, Desa Kebunagung, Kecamatan Kota Sumenep.
Kegiatan tersebut dirangkai dengan haul pendiri lembaga, almarhum Achmad Madani bin H. Abdullah, serta peringatan 1.000 hari wafatnya almarhumah Fajariyah alias Dariyani binti K. Supliya.
Acara dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua PCNU Sumenep KH Md Widadi Rahim dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumenep, sebagai bentuk dukungan terhadap peran LBH dalam pendampingan hukum bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua LBH Achmad Madani Putra dan Rekan-rekan, Kamarullah, menyampaikan bahwa peringatan delapan tahun berdirinya lembaga menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam memberikan bantuan hukum, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.
“Delapan tahun ini bukan sekadar perjalanan waktu, tetapi proses penguatan komitmen kami dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan haul dan doa bersama menjadi bentuk penghormatan atas jasa pendiri sekaligus upaya menjaga semangat pengabdian dalam setiap langkah lembaga.
“Kami ingin menjaga semangat almarhum pendiri agar tetap hidup dalam setiap pengabdian. Dukungan ulama, tokoh masyarakat, dan Forkopimda menjadi motivasi bagi kami untuk terus profesional dan berpihak pada keadilan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim mengapresiasi konsistensi LBH dalam memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat, terutama kelompok kurang mampu.
“Kami mengapresiasi dedikasi LBH Achmad Madani Putra dan Rekan-rekan yang terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pendampingan hukum. Ini bagian dari upaya bersama memastikan setiap warga memperoleh haknya di mata hukum,” ujarnya.
Ia menilai, usia delapan tahun menjadi fase penting bagi lembaga untuk semakin memantapkan peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial.
Wabup juga berharap momentum harlah ini dapat memperkuat profesionalitas dan integritas lembaga dalam pelayanan hukum ke depan.
“Semoga semakin solid, profesional, dan tetap istiqamah dalam memperjuangkan keadilan serta meningkatkan kesadaran hukum masyarakat di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.
Selain itu, rangkaian kegiatan juga diisi dengan santunan anak yatim dan dhuafa, khotmil Qur’an, tawasul, shalawat, manaqib, serta ceramah agama yang diikuti masyarakat setempat.
Penulis : M
Editor : Id







