Masjid Gelap, Azan Terkendala: Potret Ibadah di Pulau Terluar Sumenep

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Sejumlah masjid dan musala di Pulau Saebus, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, hingga kini masih belum menikmati aliran listrik yang memadai. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas ibadah, termasuk lantunan azan yang kerap tidak terdengar karena keterbatasan sumber energi.

Ketiadaan listrik membuat beberapa masjid berada dalam kondisi gelap pada malam hari. Selain itu, pengeras suara untuk azan tidak dapat difungsikan secara maksimal karena hanya mengandalkan sumber listrik terbatas.

Takmir Masjid Darul Islah, Dusun Waru, Pulau Saebus, Asnen, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebutkan bahwa persoalan listrik di pulau tersebut telah berlangsung lama tanpa solusi yang jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di pulau kami memang belum ada listrik. Kadang saya tidak bisa azan karena setrum aki sudah habis,” ujar Asnen, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, selama ini masjid hanya mengandalkan aki dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas kecil. Namun, usia aki yang sudah tua membuat daya simpan listrik semakin menurun.

“Aki sudah tidak kuat menyimpan listrik. Biasanya saat subuh setrumnya sudah habis,” jelasnya.

Asnen menambahkan, pihak masjid belum memiliki anggaran yang cukup untuk membeli perangkat PLTS dengan kapasitas besar yang mampu menyuplai listrik secara berkelanjutan selama 24 jam. Padahal, kebutuhan listrik di masjid semakin mendesak, terutama menjelang bulan Ramadan.

“Sebentar lagi Ramadan. Kami membutuhkan listrik untuk kegiatan ibadah seperti tadarus dan salat malam, tetapi kas masjid belum mencukupi untuk membeli panel surya yang layak,” katanya.

Kondisi tersebut mencerminkan masih terbatasnya akses infrastruktur dasar di wilayah kepulauan, khususnya dalam pemenuhan listrik untuk fasilitas ibadah dan sosial masyarakat. Keberadaan listrik dinilai penting tidak hanya untuk penerangan, tetapi juga untuk menunjang kegiatan keagamaan dan sosial warga.

Asnen berharap adanya perhatian dari para dermawan maupun pihak terkait untuk membantu pengadaan PLTS secara lengkap agar masjid dapat berfungsi optimal.

“Kami berharap ada donatur atau pihak yang bersedia membantu pengadaan PLTS untuk masjid kami,” pungkasnya.

Hingga kini, warga Pulau Saebus masih menantikan perhatian dan dukungan agar rumah ibadah di pulau terluar Sumenep tersebut dapat kembali terang dan azan dapat dikumandangkan dengan layak.

Penulis : M

Editor : Red

Berita Terkait

Penertiban Kendaraan Digelar, Satlantas Polres Sumenep Utamakan Edukasi Humanis
Marwah Satpol PP Dipertanyakan, Teguran dari Pihak Tak Berwenang Jadi Sorotan
Fashion Show Batik Lokal Meriahkan Harjakapro ke-280 di Probolinggo
BMKG Peringatkan Potensi Kemarau Panjang di Madura akibat El Niño
Satlantas Polres Sumenep Gelar “Polantas Menyapa”, Edukasi Pengendara Secara Humanis
BEMSU Soroti Dugaan Kekerasan Seksual di Kangean, Desak Penanganan Serius
Ketua Dewan Pembina MIO Taufiq Rahman Dorong Perbaikan Sistem Usai Maraknya OTT KPK
Penyaluran LPG 3 Kg di Lumajang Ditata Ulang, Akses Masyarakat Jadi Prioritas

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 10:35 WIB

Penertiban Kendaraan Digelar, Satlantas Polres Sumenep Utamakan Edukasi Humanis

Selasa, 21 April 2026 - 10:54 WIB

Marwah Satpol PP Dipertanyakan, Teguran dari Pihak Tak Berwenang Jadi Sorotan

Selasa, 21 April 2026 - 09:13 WIB

Fashion Show Batik Lokal Meriahkan Harjakapro ke-280 di Probolinggo

Senin, 20 April 2026 - 10:24 WIB

BMKG Peringatkan Potensi Kemarau Panjang di Madura akibat El Niño

Rabu, 15 April 2026 - 11:30 WIB

Satlantas Polres Sumenep Gelar “Polantas Menyapa”, Edukasi Pengendara Secara Humanis

Berita Terbaru