Memahami Papua Serta Upaya Penyelesaian Secara Dialog dan Kolaboratif

Senin, 10 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada saat acara Dialog Papua berlangsung

Pada saat acara Dialog Papua berlangsung

JAKARTA, detikkota.com – Research Center For Security and Violent Extremism (Recure) Center for Strategic and Global Studies (SKSG UI) Depok menyelenggarakan “Simposium Nasional Dialog Papua: Refleksi, Visi dan Aksi” pada Senin (10/5/2021) di salah satu hotel yang berada di Jakarta.

Simposium Nasional tersebut dihadiri oleh Athor Subroto Direktur SKSG UI, Komjen. Pol. Drs. Paulus Waterpauw Kabaintelkam Mabes Polri, Drs. Akmal Malik, M.Si. Dirjen Otonomi Daerah/Kementerian Dalam Negeri, Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST., MT. Rektor Universitas Cendrawasih, Laksamana Madya TNI Fredy Numberi yang merupakan Tokoh Papua, Prof. Dr. Cahyo Pamungkas Peneliti LIPI, Dr. Sri Yunanto Direktur Eksekutif Institute For Peace and Security Studies (IPSS), Dr. Margaretha Hanita SH., M.Si. Dosen Kajian Ketahanan Nasional SKSG UI dan Anggota DPR RI.

Agenda dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan kemudian sambutan beberapa tokoh dengan langsung menyampaikan materinya. Agenda ini diinisiasi untuk menghimpun pemikiran dan menjalin komunikasi serta menumbuhkan rasa persaudaraan dan kekeluargaan antara mahasiswa/i asal Papua, Organisasi Lintas Kepemudaan, Lintas Mahasiswa serta Lintas Akademisi tanpa membedakan suku, agama, dan budaya untuk membincangkan persoalan dan solusi untuk Papua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Badan Intelejen Keamanan Polri, Komjen. Pol Drs. Paulus Waterpauw mengatakan ada harapan dialog nasional untuk menyelesaikan masalah Papua, sehingga terwujud di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Harapan ini muncul disebabkan rekam jejak Jokowi sebagai kepala pemerintahan negara diwarnai dengan dialog tanpa kekerasan ketika menyelesaikan berbagai masalah.

Paulus memberikan saran agar penyelesaian konflik di Papua diselesaikan dengan cara pendekatan kolaboratif.

“Penyelesaian konflik di Papua diperlukan pendekatan secara kolaboratif dan holistik. Persoalan Papua yang complicated dan multidimensi ini perlu dipahami dalam spektrum yang lebih luas,” kata Paulus.

Rektor Universitas Cenderawasih Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST., MT mengatakan penanganan kasus kekerasan yang terjadi di Papua memerlukan pendekatan kolaboratif dan holistik agar persoalan yang terjadi dapat segera selesai.

Masih terjadinya kasus kekerasan menjadi bukti bahwa pendekatan yang dilakukan pemerintah untuk menangani konflik tersebut dinilai kurang tepat.

Menurutnya, pendekatan kolaboratif dalam penyelesaian konflik di Papua harus mensyaratkan kerja sama, interaksi dan kesepakatan bersama.

“Nah, inilah yang perlu dikaji lebih dalam. Ini memacu kita untuk kembali mengidentifikasi persoalan yang menjadi penyebab konflik. Identifikasi akar persoalan tersebut membutuhkan penyelesaian secara kolaboratif, komprehensif dan holistik,” tutur Rektor Uncen.

Laksamana Madya (TNI) Fredy Numberi yang merupakan Tokoh Papua mengatakan disisi lain, aksi kekerasan juga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dalam sebulan terakhir turut menewaskan aparat keamanan.

Pendekatan dialog dapat dilakukan pemerintah untuk menyelesaikan sejumlah persoalan yang dialami masyarakat Papua, seperti diskriminasi dan ketidakadilan.

“Dialog damai sebagai strategi penyelesaian siklus kekerasan dan membuka jalan untuk isu-isu lain, ketidakadilan, diskriminasi, hak ulayat dan sebagainya,” kata Fredy dalam diskusi.(red)

Berita Terkait

Tiga Kali Gagal Bertemu Sekdis DPUTR, Ketua MIOi Purwakarta Soroti Akses Pelayanan Publik
Cegah Radikalisme Sejak Dini, Polresta Malang Kota Edukasi 120 Siswa MI Khadijah
Disorot Media dan Warganet, Polsek Guluk-Guluk Sisir Lokasi Dugaan Sabung Ayam
Giant Sea Wall Pantura Disiapkan, BRAN Pastikan Hak Tanah dan Nelayan Tak Terabaikan
Polda Jatim Bongkar 22 Kasus Penyelewengan BBM dan LPG Subsidi, 21 Orang Jadi Tersangka
Kapolresta Sumenep Turun Langsung Pantau Arus Pagi di Simpang Arya Wiraraja
Pastikan Internal Bersih Narkoba, BNNK Sumenep Tes Urine 29 Personel
Kapolri dan PBNU Perkuat Sinergi, Jaga Kerukunan serta Stabilitas Keamanan Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 11:09 WIB

Tiga Kali Gagal Bertemu Sekdis DPUTR, Ketua MIOi Purwakarta Soroti Akses Pelayanan Publik

Rabu, 4 November 2026 - 09:51 WIB

Cegah Radikalisme Sejak Dini, Polresta Malang Kota Edukasi 120 Siswa MI Khadijah

Selasa, 3 November 2026 - 15:53 WIB

Disorot Media dan Warganet, Polsek Guluk-Guluk Sisir Lokasi Dugaan Sabung Ayam

Selasa, 3 November 2026 - 08:44 WIB

Giant Sea Wall Pantura Disiapkan, BRAN Pastikan Hak Tanah dan Nelayan Tak Terabaikan

Senin, 2 November 2026 - 13:22 WIB

Polda Jatim Bongkar 22 Kasus Penyelewengan BBM dan LPG Subsidi, 21 Orang Jadi Tersangka

Berita Terbaru