Pemkot Surabaya Dorong Peserta MICE Perpanjang Masa Tinggal lewat Paket Wisata

Selasa, 11 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, detikkota.com – Pemerintah Kota Surabaya mendorong pengembangan sektor Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) dengan mengintegrasikan kegiatan pertemuan dengan destinasi wisata. Strategi ini ditujukan agar peserta MICE tidak hanya datang untuk mengikuti agenda pertemuan, tetapi juga memperpanjang masa tinggal di Kota Pahlawan.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Herry Purwadi mengatakan Surabaya memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor MICE. Selain dikenal sebagai kota perdagangan dan jasa, Surabaya memiliki banyak hotel, fasilitas pertemuan, serta destinasi wisata.

“Surabaya sudah terkenal dari dahulu sebagai kota perdagangan dan jasa. Apalagi di Kota Surabaya ini banyak hotel-hotel dan destinasi wisata,” kata Herry, Senin (10/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Surabaya pada Juni 2026 mencapai 53 persen. Angka tersebut meningkat 3,05 poin dibandingkan Mei 2026 yang berada di level 49,95 persen.

TPK hotel Surabaya juga berada 14,43 poin di atas rata-rata Jawa Timur yang tercatat 38,57 persen pada periode yang sama. Namun, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di Surabaya pada Juni 2026 masih sekitar 1,38 malam.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Pemkot Surabaya untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan dan peserta MICE. Salah satu caranya dengan menawarkan paket wisata sebagai kegiatan tambahan selama peserta berada di Surabaya.

Menurut Herry, selama ini peserta MICE umumnya memiliki pola kunjungan singkat. Mereka datang untuk mengikuti pertemuan, menginap di hotel, kemudian kembali ke daerah asal.

“Pemerintah Kota Surabaya memberikan tawaran untuk mereka stay lebih lama. Dengan apa? Menjual paket-paket wisata, penyelenggaraan event-event bisa di destinasi-destinasi wisata,” ujarnya.

Sejumlah destinasi disiapkan untuk mendukung konsep tersebut. Salah satunya kawasan Sungai Kalimas yang tengah direvitalisasi. Pemkot juga terus mengembangkan kawasan Kota Lama agar memiliki daya tarik yang semakin kuat bagi wisatawan.

Herry mengatakan pengembangan destinasi wisata dilakukan secara berkala agar wisatawan maupun peserta MICE memiliki pilihan aktivitas selama berada di Surabaya.

“Surabaya ini tidak puas hanya destinasi yang sudah bagus. Jadi setiap tahun atau minimal dua tahun sekali kita selalu melakukan revitalisasi,” katanya.

Selain Kalimas dan Kota Lama, Pemkot Surabaya juga memiliki Kebun Raya Mangrove (KRM) yang dilengkapi auditorium untuk kegiatan pertemuan. Sejumlah kampung wisata tematik juga dikembangkan sebagai alternatif destinasi bagi peserta MICE.

Untuk mendukung paket tersebut, Disbudporapar menyiapkan aktivitas tambahan seperti city tour. Pemkot Surabaya juga memiliki bus pariwisata yang dapat digunakan untuk menunjang paket wisata dan dikolaborasikan dengan hotel penyelenggara MICE.

“Misalnya mereka menyelenggarakan MICE di hotel A, kemudian kita coba tawarkan menambahkan sesuatu, itu tadi paket wisata kita dengan harga yang tidak mahal,” kata Herry.

Paket wisata tersebut nantinya dapat dikemas bersama berbagai pelaku usaha dan sektor pariwisata sehingga peserta memperoleh pengalaman wisata tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

“Kita bundling dengan teman-teman yang lainnya menjadi satu paket, satu kesatuan utuh, yang mereka tidak perlu membayar mahal, tetapi bisa menikmati destinasi sekaligus dia memperoleh manfaat dari MICE tersebut,” ujarnya.

Pemkot Surabaya juga mengarahkan pengembangan MICE untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk kuliner. Herry mengatakan Surabaya telah menjalani uji petik untuk penetapan sebagai kota kuliner oleh Kementerian Ekonomi Kreatif.

“Pemerintah kota hadir untuk memberikan pelayanan yang maksimal. Tidak hanya Disbudporapar, tapi seluruh perangkat daerah lain di Pemkot Surabaya,” pungkas Herry.

Penulis : Red

Editor : Red

Berita Terkait

Khofifah: Banyuwangi Ethno Carnival Bukti Budaya Lokal Mampu Mendunia
Kuliner Ikan Asap Blimbingsari Banyuwangi Bertahan Sejak 1977, Jadi Favorit Wisatawan
Revitalisasi Pantai Pondok Bali Subang Segera Dimulai, Kang Rey Tegaskan Fokus Pada Penataan Tanpa Merusak Ekosistem
Sego Lemeng dan Kopi Uthek Meriahkan Festival “Janda Reni” di Banyuwangi
Ground Breaking JLKT, Upaya Jaga Ekosistem dan Tata Wisata Bromo
Banyuwangi Jadi Magnet Syuting, Raffi Ahmad dan The Dudas Turun Gunung
Festival Durian Songgon Angkat Potensi Lokal, Bupati Ipuk Apresiasi Kreativitas Desa
Ribuan Durian Meriahkan Selamatan Desa di Pasuruan, Tradisi Tetap Terjaga
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Pemkot Surabaya Dorong Peserta MICE Perpanjang Masa Tinggal lewat Paket Wisata

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:13 WIB

Khofifah: Banyuwangi Ethno Carnival Bukti Budaya Lokal Mampu Mendunia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:49 WIB

Kuliner Ikan Asap Blimbingsari Banyuwangi Bertahan Sejak 1977, Jadi Favorit Wisatawan

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:25 WIB

Revitalisasi Pantai Pondok Bali Subang Segera Dimulai, Kang Rey Tegaskan Fokus Pada Penataan Tanpa Merusak Ekosistem

Minggu, 19 April 2026 - 23:20 WIB

Sego Lemeng dan Kopi Uthek Meriahkan Festival “Janda Reni” di Banyuwangi

Berita Terbaru

Eri saat menghadiri Pengukuhan Mahasiswa Baru ITS tahun akademik 2026/2027 di Kampus ITS Surabaya, Selasa (11/8/2026).

Pendidikan

Eri Cahyadi Pesan Mahasiswa Baru ITS Kritis Hadapi Perkembangan AI

Selasa, 11 Agu 2026 - 13:36 WIB