Siswa SDN Tamberu 2 Belajar di Tenda Dekat TPA, DPRD Pamekasan Desak Solusi Cepat

Rabu, 29 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, detikkota.com — Sengketa lahan yang menimpa SDN Tamberu 2, Desa Tamberu, Kecamatan Batumarmar, kembali menjadi sorotan publik. Setelah bangunan sekolah disegel oleh pihak yang mengklaim sebagai pemilik tanah, para siswa terpaksa menjalani kegiatan belajar di tenda darurat milik BPBD yang didirikan di dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kondisi memprihatinkan itu mendorong Komisi IV DPRD Pamekasan memanggil Dinas Pendidikan dan Bagian Aset Pemkab untuk mencari solusi. Ketua Komisi IV, Halili, menyampaikan keprihatinannya usai meninjau langsung lokasi, Rabu (29/10/2025).

“Anak-anak belajar di tenda dan lokasinya tepat di area pembuangan sampah. Mau belajar di rumah warga juga tidak diperbolehkan karena dianggap bising,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Halili, persoalan ini berawal dari ketidakjelasan administrasi aset dan pertanahan. Pemilik lahan sempat diarahkan untuk membuat sertifikat agar tanah dapat dibeli pemerintah, namun proses tersebut mandek karena saling menunggu antara BPN dan Bagian Aset Pemkab.

“Kalau tanah itu sudah digunakan pemerintah selama lebih dari 20 tahun, sebenarnya bisa diklaim milik negara. Tapi tanpa sertifikat, pembelian tidak bisa dilakukan,” jelasnya.

Dalam rapat bersama dua instansi teknis, Komisi IV merumuskan tiga opsi penyelesaian, yakni membeli lahan, membangun sekolah baru, atau memindahkan siswa ke sekolah lain. Dari hasil musyawarah, opsi pembangunan gedung baru di atas lahan aset Pemkab dinilai paling realistis.

“Kami mendorong pemerintah segera membangun gedung baru. Kasihan anak-anak, mereka belajar di tenda dekat TPA, apalagi musim hujan sebentar lagi,” tegas Halili.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan, M. Alwi, membenarkan kondisi tidak layak di lokasi tersebut.

“Anak-anak belajar di tenda darurat milik BPBD. Kami terus berkoordinasi untuk membersihkan area sekitar dan mencari solusi hukum terkait lahan,” ujarnya.

Alwi menambahkan, Dinas Pendidikan berupaya mempercepat penyelesaian persoalan, baik melalui pembelian tanah sesuai aturan maupun pembangunan sekolah baru di lahan milik pemerintah.

Penulis : Red

Editor : Red

Sumber Berita: Karimata

Berita Terkait

70 Desa di Sumenep Terdampak Kekeringan, Pemprov Jatim Targetkan Pembangunan Sumur Bor pada 2027
Bupati Bangkalan Ajak Pelajar dan Masyarakat Budayakan Hidup Bersih Lewat Bangkalan Berse Onggu
R. Mochamad Daud Rizky F Dipercaya Pimpin Aryaniaga 74, Dorong Kolaborasi Bisnis dan Penguatan Ekonomi Alumni P2NK 74
Kapolresta Sumenep Ngopi Bareng Warga, Buka Ruang Aspirasi dan Perkuat Komunikasi
Proyek Jembatan Sukamukti Rp31,77 Miliar Disorot, Mutu Kwalitas Pekerjaan dan Pengawasan Dipertanyakan
Video Cekcok Viral, Pasien Meninggal: Roni Tagih Klarifikasi Manajemen BHC Sumenep
BELA PURWAKARTA APRESIASI BENNI IRWAN, ABADI DALAM SILATURAHMI
CLC Singapura Tertarik Pelajari Pengelolaan Air, Sampah, dan RTH Surabaya

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:38 WIB

70 Desa di Sumenep Terdampak Kekeringan, Pemprov Jatim Targetkan Pembangunan Sumur Bor pada 2027

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Bupati Bangkalan Ajak Pelajar dan Masyarakat Budayakan Hidup Bersih Lewat Bangkalan Berse Onggu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:45 WIB

R. Mochamad Daud Rizky F Dipercaya Pimpin Aryaniaga 74, Dorong Kolaborasi Bisnis dan Penguatan Ekonomi Alumni P2NK 74

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Proyek Jembatan Sukamukti Rp31,77 Miliar Disorot, Mutu Kwalitas Pekerjaan dan Pengawasan Dipertanyakan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Video Cekcok Viral, Pasien Meninggal: Roni Tagih Klarifikasi Manajemen BHC Sumenep

Berita Terbaru