Suara HMI dan Titik Nadir Politik Kita

Kamis, 1 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Rifandy Deovandra

detikkota.com – Sebagai salah satu organisasi tertua dan terbesar di tanah air, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sudah tentu memiliki kontribusi penting dalam perhelatan konstelasi Pemilu 2024. Kontribusi itu ada, berhubung organisasi ini memiliki komitmen kuat terhadap prospek pembangunan bangsa dan negara selama beberapa tahun ke depan.

Pada Pemilu 2024 nanti, kader-kader HMI tentu berpotensi besar untuk memberikan kontribusi positif dalam upaya meningkatkan partisipasi politik, mendukung kandidat yang berpihak dan sesuai dengan aspirasi masyarakat, serta melawan adanya politik uang atapun praktik korupsi dalam Pemilu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polemik Proporsional Tertutup

Sebelum dihelatnya Pemilu pada 2024 nanti, terdapat banyak isu yang menyita perhatian publik, yaitu perihal adanya kemungkinan digunakannya ‘Sistem Proporsional Tertutup’ dalam pemilihan umum di Indonesia.

Sistem tersebut telah menjadi bahan perdebatan panjang di kalangan milenial, termasuk pula di kalangan kader HMI. Sistem tersebut dinilai memiliki banyak kelemahan yang harus dikritisi secara konstruktif.

Sistem proporsional tertutup sangat membatasi partisipasi publik. Hal ini terjadi berhubung jumlah partai politik (parpol) yang dapat mengikuti Pemilu nanti hanyalah partai-partai tertentu, yang pada momentum tertentu pula dapat mengurangi pilihan politik pemilih.

Jika demikian, maka hal ini dapat mencegah kebebasan berekspresi dan melanggengkan dominasi partai-partai mapan. Sementara bagi partai-partai baru, suara dari perwakilan pemuda, ataupun kontribusi-kontribusi organisasi bak HMI akan dengan sendirinya dibatasi. Bahkan, pada momentum yang lain hal itu dapat merusak pluralisme politik dan membatasi pilihan pemilih, yang seharusnya memiliki hak untuk memilih antara berbagai ideologi politik dan program partai.

Selain itu, kekurangan lain yang juga bersemayam dalam sistem tersebut ialah berkaitan dengan tertutupnya inovasi serta perubahan-perubahan konstruktif dalam politik kita. Seperti jamak diketahui, kaum milenial dan organisasi seperti HMI tidak kekurangan ide segar dan solusi kreatif untuk memperbaiki sistem politik.

Namun, ide-ide itu akan sia-sia jika rezim proporsional tertutup mencegah perkembangan ini dengan membatasi akses mereka ke Parlemen dan mengurangi ruang politik untuk memperjuangkan perubahan. Partai-partai mapan lebih menyukai status quo dan tidak mendorong perubahan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.

Lebih jauh, sistem proporsional tertutup juga berpotensi menimbulkan jarak antara pemilih dan wakil rakyat. Sebagai generasi yang terhubung secara digital yang terbiasa berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan, kaum milenial dan masyarakat umum menginginkan hubungan yang lebih dekat dan transparan dengan para pemimpinnya. Namun dalam sistem proporsional tertutup, hubungan tersebut menjadi terbatas dan kurang begitu memperhatikan aspirasi masyarakat.

Sistem proporsional tertutup terkadang juga menimbulkan ketidakseimbangan representasi antara jumlah suara yang diperoleh dan jumlah kursi yang diberikan kepada suatu partai, yang dengan sendirinya dapat mendistorsi representasi politik dan mengabaikan keinginan sebagian pemilih.

Pemilu tahun 2024 merupakan momen yang menentukan bagi perbaikan sistem politik kita. Dengan melibatkan HMI, milenial, dan suara publik dalam upaya melakukan kritik konstruktif pada ‘sistem proporsional tertutup’, kami yakini dapat mendorong perubahan sistem politik yang lebih inklusif, dinamis, dan responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat Indonesia.

*Ketua Bidang Pembangunan Demokrasi, Politik & Pemerintahan HMI Cabang Ciputat.

Berita Terkait

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih
FWJI Kabupaten Bekasi Tempuh Jalur Hukum, RSP alias Ros Dilaporkan Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik
Guru ASN Sumenep Masuk DPO, Kepala Madrasah Akui Sudah Panggil dan Datangi Rumahnya
Kurang dari 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan di Guluk-Guluk
Guru PNS di Sumenep Masuk DPO Kasus Dugaan Penggelapan, Pengawal Kasus: Guru Harus Jadi Teladan
Polresta Sumenep Bongkar Peredaran Sabu Jaringan Sampang, Tiga Tersangka Diamankan
Kasus Curanmor di Lenteng Terungkap, Polisi Amankan Pria Berinisial AM
Mahfud MD Nilai Penangkapan Eks Kepala BGN Tepat, Soroti Tata Kelola Program MBG

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:05 WIB

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:52 WIB

FWJI Kabupaten Bekasi Tempuh Jalur Hukum, RSP alias Ros Dilaporkan Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

Rabu, 5 Agustus 2026 - 03:51 WIB

Guru ASN Sumenep Masuk DPO, Kepala Madrasah Akui Sudah Panggil dan Datangi Rumahnya

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:48 WIB

Kurang dari 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan di Guluk-Guluk

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:41 WIB

Guru PNS di Sumenep Masuk DPO Kasus Dugaan Penggelapan, Pengawal Kasus: Guru Harus Jadi Teladan

Berita Terbaru

Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogi.

Polhukam

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:05 WIB