TBC di Sumenep Tinggi, Pemkab Mengeluarkan Inovasi GETTS

Jumat, 9 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Jumlah penderita penyakit Tuberculosis (TBC) di Kabupaten Sumenep tinggi. Untuk menekan penderita penyakit menular tersebut Pemerintah setempat melakukan eliminasi untuk menekan angka penderitanya.

Wakil Bupati Sumenep Hj. Dewi Khalifah mengatakan, pihaknya menemukan penderita TBC pada usia produktif mulai 15-54 tahun, sehingga telah melakukan langkah pencegahan dan penanggulangan penyakit itu.

“Saat ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep mengeluarkan inovasi penanganan Tuberkulosis dan stunting, berupa Gerakan Eliminasi Terpadu Tuntaskan Tuberkulosis dan Stunting (GETTS),” katanya, Kamis (08/12/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Daerah dalam upaya penanggulangan TBC juga bekerja sama dengan Stop TB Partnership Indonesia (STPI), dalam menginisiasi program penguatan kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat untuk mencapai eliminasi penyakit itu.

“Kerja sama yang dilakukan ini diwujudkan dengan intervensi program yang dilaksanakan sejak 2019 dengan sasaran pemerintah daerah, desa dan pesantren,” terang Wakil Bupati.

Selain program itu, Wabup menuturkan, untuk mengeliminasi penderita TBC telah dibentuk desa siaga TBC dan ‘Pesantren Siaga TBC’, yang salah satu tujuannya adalah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penyakit menular itu.

“Melalui desa dan pondok pesantren ini diadakan sosialisasi dan edukasi, seperti penderita penyakit TBC bisa sembuh total dengan menjalani pengobatan medis yang tepat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep Agus Mulyono mengungkapkan, hasil scaning dan test yang dilakukan kepada warga, menemukan penderita penyakit TBC sebanyak 1.600 orang.

“Kami untuk mengeliminasi TBC harus menemukan sebanyak-banyaknya penderita penyakit itu di Kabupaten Sumenep, sehingga hasilnya ada ribuan penderitanya,” ungkapnya.

Pihaknya untuk menindaklanjuti temuan penderita TBC itu melakukan pengobatan hingga sembuh total, supaya penyakitnya tidak menular kepada keluarga atau masyarakat lainnya, sehingga menyukseskan program pemerintah pusat terkait eliminasi TBC 2030.

“Kami ketika menemukan penderita TBC segera memberikan edukasi supaya mereka mengobati penyakitnya hingga sembuh agar tidak menularkan kepada orang lain,” tandasnya. (Md/red)

Berita Terkait

Rutan Sumenep Sembelih Lima Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
Pemkab Sumenep Buka Seleksi Komisaris Utama PT BPRS Bhakti Sumekar
Pemkab Sumenep Kembali Raih Opini WTP untuk Kesembilan Kalinya
Sumenep Siap Terapkan Penundaan Layanan Adminduk bagi Mantan Suami yang Abaikan Nafkah
Kadis PUTR Sumenep Tekankan Pentingnya RTRW dalam Pembangunan Daerah
Indeks Reformasi Birokrasi Sumenep Naik, Pemkab Raih Predikat A-
Kapolres Sumenep Hadiri Tausiyah Tasyakuran dan Silaturahmi Bersama Syeh KH. Muhammad Husein Qadavi di Rubaru
Wabup Sumenep Pantau Tes CAT Rekrutmen BLUD RSUD, Pastikan Seleksi Transparan dan Bebas Intervensi

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:26 WIB

Rutan Sumenep Sembelih Lima Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:15 WIB

Pemkab Sumenep Buka Seleksi Komisaris Utama PT BPRS Bhakti Sumekar

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:05 WIB

Pemkab Sumenep Kembali Raih Opini WTP untuk Kesembilan Kalinya

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:30 WIB

Sumenep Siap Terapkan Penundaan Layanan Adminduk bagi Mantan Suami yang Abaikan Nafkah

Senin, 25 Mei 2026 - 11:45 WIB

Kadis PUTR Sumenep Tekankan Pentingnya RTRW dalam Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Foto bersama Pemkab Sumenep usai menerima Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI atas LKPD Tahun Anggaran 2025 di Kantor BPK RI Perwakilan Jawa Timur, Selasa (26/05/2026).

Pemerintahan

Pemkab Sumenep Kembali Raih Opini WTP untuk Kesembilan Kalinya

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:05 WIB