Warga Desa Gersik Putih Berpatroli, Tolak Pasokan Material Pembangunan Tambak Garam

Senin, 3 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Polemik rencana pembangunan tambak garam di kawasan pesisir Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur terus bergulir dan semakin memanas. Saat ini, warga melakukan penjagaan di kampung Tapakerbau, wilayah terdekat lokasi yang akan dibangun tambak garam untuk menolak pasokan material untuk penggarapan tambak garam.

Patroli rutin dilakukan warga siang dan malam ke sejumlah titik di sekitar lokasi pesisir pantai yang akan digarap tambak. Mereka tidak ingin kecolongan dan material untuk bahan penggarapan tambak lolos ke lokasi.

Ketua RT 01 RW 01 Dusun Gersik Putih Barat, Achmad Siddik mengatakan, penjagaan ketat dilakukan oleh warga karena ada informasi bahwa penggarapan lahan untuk tambak garam akan dimulai Minggu (2/4/2023) kemarin. Bahkan, sebagian material sudah didatangkan tanpa sepengatahuan warga melalui jalur laut dari Pelabuhan Kalianget.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Warga Kampung Tapakerbau melakukan patroli dan mengecek setiap ada angkutan material yang masuk. Kemarin malam ada pick-up pengangkut bambu dihentikan, ternyata bukan untuk pembangunan tambak, tapi untuk lokasi lain. Ya, kami biarkan,” ungkapnya, Senin (3/4/2023).

Sementara itu, Ketua Gerakan Masyarakat Menolak Reklamasi (Gema Aksi), Amirul Mukminim meminta Pemerintah Desa Gersik Putih dan investor tidak memaksakan kehendaknya menggarap kawasan pantai di desanya. Upaya mendatangkan bahan material terkesan memancing emosi warga yang menolak rencana pembangunan tambak garam tersebut.

”Biarkan masyarakat tenang, apalagi sekarang bulan Puasa. Jangan provokasi dengan mendatangkan material. Itu membuat kampung tidak kondusif,” pintanya.

Apalagi, sebelumnya Komisi II DPRD Sumenep telah meminta supaya tidak ada penggarapan terlebih dulu sampai batas waktu yang tidak ditentukan demi kondusifitas masyarakat. Konflik warga yang menolak dengan pihak Pemerintah Desa bersama investor dikhawatirkan terjadi jika penggarapan dipaksakan.

”Larangan itu, yang seharusnya diperhatikan demi keamanan. Hentikan pengiriman material,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Desa Gersik Putih, Mohammad Mohab ketika dikonfirmasi enggan mengomentarasi masalah tersebut dengan alasan belum waktunya berkomentar. ”Maaf belum waktunya berkomentar,” katanya singkat.

Sebelumnya, warga Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, menolak rencana pembangunan tambak garam di kewasan Pantai Keris di desanya oleh investor yang difasilitasi oleh Pemdes setempat.

Selain dikhawatirkan merusak ekosistem dan biota laut serta berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar, pembangunan tambak garam tersebut akan berdampak terhadap mata pencaharian warga. Sebab, lokasi yang akan digarap menjadi tempat warga menangkap ikan dan mencari seafood.(red)

Berita Terkait

Rutan Sumenep Sembelih Lima Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H
Pemkab Sumenep Buka Seleksi Komisaris Utama PT BPRS Bhakti Sumekar
Pemkab Sumenep Kembali Raih Opini WTP untuk Kesembilan Kalinya
Sumenep Siap Terapkan Penundaan Layanan Adminduk bagi Mantan Suami yang Abaikan Nafkah
Kadis PUTR Sumenep Tekankan Pentingnya RTRW dalam Pembangunan Daerah
Indeks Reformasi Birokrasi Sumenep Naik, Pemkab Raih Predikat A-
Kapolres Sumenep Hadiri Tausiyah Tasyakuran dan Silaturahmi Bersama Syeh KH. Muhammad Husein Qadavi di Rubaru
Wabup Sumenep Pantau Tes CAT Rekrutmen BLUD RSUD, Pastikan Seleksi Transparan dan Bebas Intervensi

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:26 WIB

Rutan Sumenep Sembelih Lima Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:15 WIB

Pemkab Sumenep Buka Seleksi Komisaris Utama PT BPRS Bhakti Sumekar

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:05 WIB

Pemkab Sumenep Kembali Raih Opini WTP untuk Kesembilan Kalinya

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:30 WIB

Sumenep Siap Terapkan Penundaan Layanan Adminduk bagi Mantan Suami yang Abaikan Nafkah

Senin, 25 Mei 2026 - 11:45 WIB

Kadis PUTR Sumenep Tekankan Pentingnya RTRW dalam Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Foto bersama Pemkab Sumenep usai menerima Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI atas LKPD Tahun Anggaran 2025 di Kantor BPK RI Perwakilan Jawa Timur, Selasa (26/05/2026).

Pemerintahan

Pemkab Sumenep Kembali Raih Opini WTP untuk Kesembilan Kalinya

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:05 WIB