Pemerintah Refocusing Anggaran hingga Rp130 Triliun, Fokus pada Belanja Produktif

Rabu, 1 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keterangan terkait kebijakan refocusing dan efisiensi anggaran pemerintah di Seoul, Korea Selatan.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keterangan terkait kebijakan refocusing dan efisiensi anggaran pemerintah di Seoul, Korea Selatan.

JAKARTA, detikkota.com – Pemerintah terus memperkuat pengelolaan keuangan negara melalui langkah prioritisasi, refocusing, dan efisiensi belanja kementerian serta lembaga.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan efektivitas belanja negara agar lebih produktif dan berdampak langsung kepada masyarakat.

“Pengalihan anggaran dilakukan dari belanja yang kurang prioritas seperti perjalanan dinas, rapat, belanja nonoperasional, dan kegiatan seremonial menuju belanja yang lebih produktif, termasuk untuk rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatra,” ujar Airlangga dalam keterangannya di Seoul, Selasa (31/03/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, pemerintah juga mendorong percepatan realisasi belanja kementerian dan lembaga, disertai optimalisasi penggunaan anggaran agar lebih tepat sasaran.

Menurutnya, potensi prioritisasi dan refocusing anggaran kementerian dan lembaga diperkirakan berada pada kisaran Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun.

Selain itu, pemerintah turut mengoptimalkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Program ini difokuskan pada penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu, dengan pengecualian untuk asrama, daerah 3T, dan wilayah dengan tingkat stunting tinggi,” ungkapnya.

Airlangga menambahkan, kebijakan efisiensi tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan penghematan hingga Rp20 triliun.

Pemerintah memastikan seluruh kebijakan yang diambil dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah dinamika global.

“Keseluruhan kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi struktural menuju ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan berdaya tahan,” pungkasnya.

Penulis : Neg

Editor : M/Red

Berita Terkait

Sambutan Warga Iringi Kunjungan Presiden Prabowo ke Jembrana, Bali
Banyuwangi Kembali Jadi Pilot Project Nasional Pengentasan Kemiskinan
Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal di Kepri
Retreat GP Ansor Lenteng, Satukan Perspektif dan Perkuat Solidaritas
Banyuwangi Sambut Tim Asesor UNESCO untuk Revalidasi Geopark Ijen
Menpar Widiyanti Apresiasi Bandara Banyuwangi sebagai Pelopor Green Airport dan Pariwisata Berkelanjutan
Ketua MIO Indonesia DKI Jakarta Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Jaya Terkait Laporan terhadap Hotman Paris
Hotman Paris Mundur dari Tim Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Fokus Jalani Pengobatan

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 23:53 WIB

Sambutan Warga Iringi Kunjungan Presiden Prabowo ke Jembrana, Bali

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Banyuwangi Kembali Jadi Pilot Project Nasional Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 02:59 WIB

Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal di Kepri

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Retreat GP Ansor Lenteng, Satukan Perspektif dan Perkuat Solidaritas

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Banyuwangi Sambut Tim Asesor UNESCO untuk Revalidasi Geopark Ijen

Berita Terbaru

Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogi.

Polhukam

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:05 WIB