Ponpes Ngalah Pasuruan Tanamkan Nilai Toleransi dan Multikulturalisme

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

praktik toleransi dan keberagaman di lingkungan pesantren, Rabu (8/4/2025).

praktik toleransi dan keberagaman di lingkungan pesantren, Rabu (8/4/2025).

PASURUAN, detikkota.com – Pondok Pesantren Ngalah di Desa Sengonagung, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, menjadi contoh praktik toleransi dan keberagaman yang terjaga dalam kehidupan pesantren.

Pesantren yang didirikan oleh KH Moh Sholeh Bahruddin Kalam pada 1985 ini dikenal terbuka bagi siapa saja, termasuk masyarakat non-Muslim yang ingin berdialog maupun berbagi wawasan.

Pengasuh ponpes, M. Sholeh Bahruddin, mengatakan seluruh santri diajarkan untuk menghormati perbedaan sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Semua manusia itu sama, sehingga harus saling menghargai,” ujarnya, Rabu (8/4/2025).

Ia menjelaskan, berbagai kegiatan rutin digelar untuk memperkuat nilai toleransi, seperti diskusi lintas budaya, seminar perdamaian, hingga perayaan hari besar dengan melibatkan beragam tradisi santri.

Menurutnya, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga membentuk santri agar mampu menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat yang majemuk.

Selain pendidikan keagamaan, Ponpes Ngalah juga mengembangkan pendidikan formal mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Pesantren ini juga memiliki pendidikan khusus berbasis thoriqoh, yakni Thoriqoh Naqsabandiyah Wal Qodiriyah Wal Mujadadiyah, sebagai bagian dari pembinaan spiritual santri.

Pengasuh pesantren berharap para santri mampu menjadi pribadi berakhlak baik dan bermanfaat bagi sesama, serta menjunjung tinggi etika dalam kehidupan sehari-hari.

“Sepintar apapun seseorang, jika tidak memiliki etika yang baik, tidak akan dihargai,” tegasnya.

Penulis : EA

Editor : M/Red

Berita Terkait

Festival Durian Songgon Angkat Potensi Lokal, Bupati Ipuk Apresiasi Kreativitas Desa
Ribuan Durian Meriahkan Selamatan Desa di Pasuruan, Tradisi Tetap Terjaga
Tradisi Puter Kayun Banyuwangi Kembali Digelar, Warga Boyolangu Napak Tilas Leluhur
Tradisi Combodug Sampang 2026 Berlangsung Meriah, Ribuan Warga Padati Lokasi
Larasati 2026 Hidupkan Ruang Publik dan Gairahkan Ekonomi Kreatif Kota Probolinggo
Ratusan Peserta Meriahkan Festival Ketupat 2026 di Pantai Lombang
Dialog Budaya “Membaca Keris Sumenep” Tegaskan Sumenep sebagai Pusat Peradaban Keris Nusantara
Lomba Kapal Tradisional Perkuat Identitas Maritim Kepulauan Seribu Utara

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 16:47 WIB

Ponpes Ngalah Pasuruan Tanamkan Nilai Toleransi dan Multikulturalisme

Selasa, 7 April 2026 - 11:26 WIB

Festival Durian Songgon Angkat Potensi Lokal, Bupati Ipuk Apresiasi Kreativitas Desa

Senin, 6 April 2026 - 11:05 WIB

Ribuan Durian Meriahkan Selamatan Desa di Pasuruan, Tradisi Tetap Terjaga

Senin, 30 Maret 2026 - 21:59 WIB

Tradisi Puter Kayun Banyuwangi Kembali Digelar, Warga Boyolangu Napak Tilas Leluhur

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:34 WIB

Tradisi Combodug Sampang 2026 Berlangsung Meriah, Ribuan Warga Padati Lokasi

Berita Terbaru

Siswa SMPN 3 Banyuwangi mengolah sampah organik menjadi kompos dan produk ramah lingkungan saat dikunjungi Bupati Banyuwangi.

Pendidikan

SMPN 3 Banyuwangi Olah Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Rabu, 8 Apr 2026 - 11:18 WIB