Sosialisasi Antikorupsi dan Pencegahan Kekerasan di Sekolah: Langkah Dinas Pendidikan Sumenep

Selasa, 24 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sosialisasi dan advokasi pendidikan antikorupsi, pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan bagi pengawas sekolah, kepala sekolah dan guru Sekolah Dasar (SD).

Sosialisasi dan advokasi pendidikan antikorupsi, pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan bagi pengawas sekolah, kepala sekolah dan guru Sekolah Dasar (SD).

SUMENEP, detikkota.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep menggelar sosialisasi dan advokasi pendidikan antikorupsi, pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan bagi pengawas sekolah, kepala sekolah dan guru Sekolah Dasar (SD).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan peserta terhadap teori-teori antikorupsi dan kekerasan.

Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Andriansyah Ali Sochibi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan mawas diri para peserta untuk tidak melakukan tindakan korupsi dan kekerasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sehingga ada kesadaran dan mawas diri, untuk tidak melakukan dan menangkal pada tindakan korupsi dan tindakan kekerasan,” ujarnya.

Andriansyah berharap para peserta dapat mengimplementasikan dan mempraktikkan apa yang telah diterima dalam pelaksanaannya di lapangan.

“Jadi tidak hanya konsep saja, namun terpenting dalam aksi nyata,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan anggaran yang transparan dan akuntabel, serta pencegahan kekerasan di sekolah.

Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Buhari, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk mencegah kekerasan di sekolah.

“Sehingga diharapkan dalam implementasinya di satuan pendidikan anak-anak akan merasa aman dan nyaman,” ujarnya.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari dan diikuti oleh para pengawas, kepala sekolah, dan guru SD se-Kabupaten Sumenep.

Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) juga mendukung kegiatan ini dan berharap ada output yang bermanfaat untuk pendidikan di Kabupaten Sumenep.

“Diharapkan ada output bagaimana ke depan untuk dipikirkan adanya pendidikan lebih baik yang dimulai dari guru untuk anti terhadap korupsi dan kawan-kawannya,” tegas Achmad Junaidi dari DPKS.

Kegiatan ini juga menghadirkan tim dari Sekolah Ramah Anak dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep.

Dengan demikian, diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi pendidikan di Kabupaten Sumenep dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa.

Berita Terkait

Kadis PUTR Sumenep Tekankan Pentingnya RTRW dalam Pembangunan Daerah
Indeks Reformasi Birokrasi Sumenep Naik, Pemkab Raih Predikat A-
Semangat Hardiknas dan Harkitnas 2026, Wabup Sumenep Tekankan SDM Unggul dan Kemandirian Desa
Ratusan Mahasiswa Ikuti Seleksi Beasiswa Baznas Sumenep
Presiden Prabowo Optimistis Koperasi Merah Putih Dorong Ekonomi Desa
Pemkab Sumenep Perketat Pengawasan Program BSPS 2026
SSC Jadi Ajang Pengembangan Prestasi dan Karakter Siswa SMP di Sumenep
Sekda Sumenep Minta KORPRI Adaptif dan Inovatif Hadapi Tantangan Birokrasi Digital

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 11:45 WIB

Kadis PUTR Sumenep Tekankan Pentingnya RTRW dalam Pembangunan Daerah

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:33 WIB

Indeks Reformasi Birokrasi Sumenep Naik, Pemkab Raih Predikat A-

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:04 WIB

Semangat Hardiknas dan Harkitnas 2026, Wabup Sumenep Tekankan SDM Unggul dan Kemandirian Desa

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:23 WIB

Ratusan Mahasiswa Ikuti Seleksi Beasiswa Baznas Sumenep

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:18 WIB

Presiden Prabowo Optimistis Koperasi Merah Putih Dorong Ekonomi Desa

Berita Terbaru