Zulfikar Ingatkan Masyarakat Bireuen Waspada Money Politik di Pilkada 2024

Sabtu, 10 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN, detikkota.com – Demokrasi di Kabupaten Bireuen telah mengalami kemunduran akibat praktik politik uang atau “money politik” yang mencemari Pilkada Bireuen pada tahun 2018. Zulfikar, seorang pemerhati Aceh, mengingatkan masyarakat Bireuen untuk waspada terhadap kemungkinan terulangnya praktik ini pada Pilkada 2024 mendatang.

Zulfikar menyatakan bahwa pada Pilkada Bireuen 2018, salah satu pasangan calon (paslon) berhasil memenangkan pemilihan dengan menggunakan politik uang. Tuduhan tersebut bukan tanpa dasar, karena beberapa kasus di lapangan menunjukkan keterlibatan tim sukses paslon tersebut dalam distribusi uang kepada pemilih.

Di tahun 2024, adik dari salah satu paslon yang terlibat dalam Pilkada 2018 disebut-sebut akan mencalonkan diri sebagai Bupati Bireuen untuk periode 2024-2029.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Zulfikar mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya politik uang yang dimainkan oleh kandidat-kandidat tersebut.

Menurut Zulfikar, Bireuen membutuhkan calon pemimpin yang memiliki gagasan, integritas, dan loyalitas dalam membangun kabupaten selama lima tahun ke depan, bukan calon yang hanya mengandalkan uang untuk membeli suara.

Ia mengingatkan bahwa jabatan seharusnya tidak digunakan sebagai alat untuk meraup keuntungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) dan sumber daya lainnya di Bireuen.

Zulfikar juga mengajak masyarakat untuk merenungkan kondisi Bireuen dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyoroti bahwa pembangunan di Bireuen selama hampir satu dekade dikuasai oleh segelintir orang saja, dengan proses tender yang dimonopoli oleh salah satu dinas yang diduga merupakan titipan dari seorang pengusaha.

Akibatnya, sekitar 90 persen proyek APBK Bireuen dikuasai oleh perusahaan-perusahaan di bawah satu payung yang sama.

“Sudah proyek dimonopoli, mutu pembangunan juga hancur-hancuran. Proyek seakan-akan milik pribadi atau keluarganya,” ujar Zulfikar, mantan aktivis Bireuen, pada Sabtu (10/8/2024).

Menurut Zulfikar, kondisi di Bireuen telah sangat memprihatinkan. Monopoli tidak hanya terjadi di sektor proyek pembangunan, tetapi juga hampir semua organisasi yang memiliki akses terhadap sumber daya basah.

“Ini benar-benar menunjukkan sikap yang rakus. Bayangkan jika mereka sempat menjadi Bupati, bagaimana Bireuen ke depan akan diurus,” tambahnya.

Oleh karena itu, Zulfikar menekankan pentingnya masyarakat Bireuen untuk menghindari memilih pelaku politik uang pada Pilkada 2024. Ia mengajak masyarakat untuk lebih cerdas dalam memilih calon pemimpin dan tidak tertipu oleh wajah-wajah yang tampak murah senyum dan pemurah menjelang pemilihan, karena hal itu bisa jadi hanya sekadar topeng belaka.

Berita Terkait

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih
FWJI Kabupaten Bekasi Tempuh Jalur Hukum, RSP alias Ros Dilaporkan Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik
Guru ASN Sumenep Masuk DPO, Kepala Madrasah Akui Sudah Panggil dan Datangi Rumahnya
Kurang dari 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan di Guluk-Guluk
Guru PNS di Sumenep Masuk DPO Kasus Dugaan Penggelapan, Pengawal Kasus: Guru Harus Jadi Teladan
Polresta Sumenep Bongkar Peredaran Sabu Jaringan Sampang, Tiga Tersangka Diamankan
Kasus Curanmor di Lenteng Terungkap, Polisi Amankan Pria Berinisial AM
Mahfud MD Nilai Penangkapan Eks Kepala BGN Tepat, Soroti Tata Kelola Program MBG

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:05 WIB

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:52 WIB

FWJI Kabupaten Bekasi Tempuh Jalur Hukum, RSP alias Ros Dilaporkan Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

Rabu, 5 Agustus 2026 - 03:51 WIB

Guru ASN Sumenep Masuk DPO, Kepala Madrasah Akui Sudah Panggil dan Datangi Rumahnya

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:48 WIB

Kurang dari 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan di Guluk-Guluk

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:41 WIB

Guru PNS di Sumenep Masuk DPO Kasus Dugaan Penggelapan, Pengawal Kasus: Guru Harus Jadi Teladan

Berita Terbaru

Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogi.

Polhukam

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:05 WIB