Satpol PP Sumenep Tak Punya Mata, Pengemis Dibiarkan Hingga Menetap

Minggu, 9 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Jumlah pengemis dan pengamen di Kabupaten Sumenep utamanya di wilayah kota meningkat drastis tiap bulan Ramadhan. Hal ini pun dianggap meresahkan oleh sebagian masyarakat, lantaran tiap depan toko-toko besar seperti Alfamart dan Indomaret nyaris dihuni pengemis.

Ketua DPD Gibran Center Sumenep, Didik Haryanto menilai bahwa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep “TIDUR” atau tidak melakukan tindakan dalam hal ini, buktinya banyak pengemis yang standby dan menginap di emperan toko.

“Dengan anggaran yang begitu besar tidak pernah bergerak untuk menertibkan, buktinya pengemis menetap di depan toko-toko, nah itu bukti Satpol PP tidur,” kata Didik usai berkeliling Kota Sumenep mencari takjil, Sabtu (08/03/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau ingin bukti ke Indomaret Jl. Diponegoro, ada yang sampai berbulan-bulan tidak pulang, tolong Satpol PP pakai matanya. Satpol PP Sumenep tidak punya mata,” sambung Didik geram.

Tak hanya itu, kata Didik, penggalangan sumbangan juga semakin marak. Saat ini hal tersebut menjadi pemandangan yang kerap ditemui saat berada di pertigaan maupun perempatan lampu lalu lintas, di Kota Sumenep.

Hal ini pun sangat disayangkan olehnya, sebab, banyak anak-anak di bawah umur yang melakukan penggalangan sumbangan itu.

Saat para santri dan santriwati meminta donasi di lampu merah pamolokan

“Di satu sisi, yang bikin greget yaitu banyaknya santriwan dan santriwati yang ditugasi untuk meminta-minta di jalan, mana ada pelajaran di pondok yang mengajarkan galang dana ke jalan, tolong para pemimipin yayasan didik mereka untuk mandiri, bukan berdiri di lampu merah perapatan. mereka di masukkan ke madrasah atau pesantren untuk menuntut ilmu, bukan untuk meminta-minta di jalanan,” ujarnya.

Karena hal itu, Didik meminta kepada Satpol PP untuk bertindak melakukan penertiban, karena hal ini dianggap menggangu kenyamanan masyarakat Sumenep. Selain itu juga, ia meminta kepada pihak terkait untuk mengecek izinnya.

Berita Terkait

Mahfud MD Nilai Penangkapan Eks Kepala BGN Tepat, Soroti Tata Kelola Program MBG
Aktivis dan Praktisi Hukum Datangi PN Sumenep, Pertanyakan Eksekusi Lahan Sengketa yang Belum Terlaksana
Pemkab Sumenep Dukung Pelatihan Paralegal, Bantuan Hukum Ditarget Menjangkau Desa
LBH Achmad Madani Putra Komitmen Hadirkan Layanan Hukum hingga Desa Terpencil
Dibantu Lepas dari Jerat Hukum ,reni Maryani Ingkari Kesepakatan
Polsek Sapeken Gagalkan Pengiriman Sabu Modus Kardus Air Mineral
Polda Jatim Bongkar Sindikat Penipuan Online Penjualan Mobil, 11 Pelaku Ditangkap
Direktur BIYC Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan Warga Banyuwangi

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:39 WIB

Mahfud MD Nilai Penangkapan Eks Kepala BGN Tepat, Soroti Tata Kelola Program MBG

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:09 WIB

Aktivis dan Praktisi Hukum Datangi PN Sumenep, Pertanyakan Eksekusi Lahan Sengketa yang Belum Terlaksana

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:22 WIB

Pemkab Sumenep Dukung Pelatihan Paralegal, Bantuan Hukum Ditarget Menjangkau Desa

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:30 WIB

LBH Achmad Madani Putra Komitmen Hadirkan Layanan Hukum hingga Desa Terpencil

Jumat, 22 Mei 2026 - 03:59 WIB

Dibantu Lepas dari Jerat Hukum ,reni Maryani Ingkari Kesepakatan

Berita Terbaru