Kejari Sumenep Kantongi Calon Tersangka Kasus BSI Setempat

Rabu, 13 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kejari Sumenep, Trimo.

Kepala Kejari Sumenep, Trimo.

SUMENEP, detikkota.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Jawa Timur terus mengungkat kasus mafia perbankan di tubuh Bank Syariah Indonesia (BSI) cabang setempat. Terbaru, korp Adyaksa itu telah mengantongi nama calon tersangka.

Kepala Kejari Sumenep, Trimo mengatakan, penyidik intens memanggil sejumlah pihak yang mengetahui kasus tersebut, baik dari pemerintah daerah, nasabah, pihak BSI, maupun lainnya.

Menurutnya, penyidik telah mengantongi keterangan para saksi, termasuk sejumlah dokumen pendukung sudah berada di tangannya. ”Ini tinggal mengerucut untuk memastikan dan menguatkan alat bukti,” tegasnya, Rabu (13/12/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terbaru, penyidik telah mengantongi nama calon tersangka dalam kasus tersebut, berdasarkan keterangan para saksi yang dipanggil. Kemudian, disimpulkan dan disandingkan dengan alat bukti. Namun demikian, pihaknya belum bisa membeberkan calon tersangka yang dimaksud itu.  Alasannya, penyidikan belum selesai. ”Nanti pasti kami sampaikan,” imbuhnya.

Pihaknya berkomitmen untuk mengungkap kasus itu dengan terang benderang. Sebab, kejaksaan menemukan potensi kerugian negara yang cukup besar, yakni sekitar Rp16,3 miliar.

”Yang jelas, kami akan terus melakukan pemeriksaan terhadap para pihak untuk mengumpulkan alat bukti,” tegasnya.

Untuk diketahui, perkara tersebut terjadi di BSI pada periode 2016-2017. Terdapat penyaluran kredit yang melawan hukum dilakukan dengan berbagai modus. Salah satunya berupa mengajukan pembiayaan tetapi diatasnamakan pihak lain.

Selain itu, dilakukan mark-up nilai jual beli agunan serta merekayasa surat penawaran rumah dan bukti pembayaran uang muka. Kemudian, merekayasa data pekerjaan atau kepemilikan usaha dan data keuangan atau pendapatan nasabah.

Berita Terkait

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih
FWJI Kabupaten Bekasi Tempuh Jalur Hukum, RSP alias Ros Dilaporkan Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik
Guru ASN Sumenep Masuk DPO, Kepala Madrasah Akui Sudah Panggil dan Datangi Rumahnya
Kurang dari 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan di Guluk-Guluk
Guru PNS di Sumenep Masuk DPO Kasus Dugaan Penggelapan, Pengawal Kasus: Guru Harus Jadi Teladan
Polresta Sumenep Bongkar Peredaran Sabu Jaringan Sampang, Tiga Tersangka Diamankan
Kasus Curanmor di Lenteng Terungkap, Polisi Amankan Pria Berinisial AM
Mahfud MD Nilai Penangkapan Eks Kepala BGN Tepat, Soroti Tata Kelola Program MBG

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:05 WIB

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:52 WIB

FWJI Kabupaten Bekasi Tempuh Jalur Hukum, RSP alias Ros Dilaporkan Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

Rabu, 5 Agustus 2026 - 03:51 WIB

Guru ASN Sumenep Masuk DPO, Kepala Madrasah Akui Sudah Panggil dan Datangi Rumahnya

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:48 WIB

Kurang dari 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan di Guluk-Guluk

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:41 WIB

Guru PNS di Sumenep Masuk DPO Kasus Dugaan Penggelapan, Pengawal Kasus: Guru Harus Jadi Teladan

Berita Terbaru

Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogi.

Polhukam

Kasus Hotman Paris, MIO Desak Polisi Jangan Tebang Pilih

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:05 WIB